Hari Dongeng Sedunia 20 Maret 2022, Begini Kata Ketua Pokja Bunda PAUD Bandung

Memperingati Hari Dongeng Sedunia yang jatuh Minggu 20 Maret 2022, begini kata Ketua Pokja Bunda PAUD Bandung.

Hari Dongeng Sedunia 20 Maret 2022, Begini Kata Ketua Pokja Bunda PAUD Bandung
Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Bandung Sri Wahyuni Solihah bicara soal Hari Dongeng Sedunia.
INILAHKORAN, Bandung- Hari Dongeng Sedunia diperingati setiap 20 Maret. Dongeng adalah cerita prosa rakyat yang dianggap tidak benar-benar terjadi atau fiktif. 
 
Di Hari Dongeng Sedunia ini, kembali ditekankan tentang fungsi dongeng adalah sebagai hiburan, dan sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral.
 
Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Bandung Sri Wahyuni Solihah mengatakan, diperingatinya Hari Dongeng sedunia, merupakan satu momen penting.
 
Menurutnya, harapan, semangat bertumbuh kembali pada pemahaman pentingnya mendongeng untuk anak-anak. 
 
 
Momen Hari Dongeng Sedunia ini, kiranya dapat menjadi pemicu para orang tua semuanya tak terkecuali, untuk dapat mengimplementasikan dongeng di tengah-tengah keluarganya dengan penuh kesadaran.
 
"Bagaimana tidak, dari mendongeng itu anak akan mampu menambah kosa kata, meningkatkan konsentrasi dan fokusitas, menumbuhkan minat baca, menumbuhkan ide kreatif, mengenal emosi, mengenal diri, dan terutama adalah anak mampu merasakan kedekatan dan kelekatan dengan orang tua, dan orang tua ketika kelekatan itu hadir, dengan mudah dapat menyampaikan nilai nilai kebaikan yg diharapkan dengan tanpa menggurui," papar Sri Wahyuni Solihah, Minggu 20 Maret 2022.
 
 
Dia mengatakan, kompetensi yang mampu dimiliki anak atas praktik baik yang dilakukan orang tua dalam mendongeng di atas.
 
Tentu dampak dampak positif akan mengalir deras, baik untuk anak itu sendiri seperti yg disampaikan di atas, tapi juga bagi orang tua, keluarga, dan lingkungan sosialnya.
 
Kelekatan dengan orang tua, akan menambah kehangatan dalam interaksi, ada komunikasi hangat dengan keluarga intinya maupun juga keluarga besarnya.
 
 
Ada ide ide kreatif yg muncul saat menghadapi masalah dengan lingkungan sosialnya, bahkan dahsyatnya anak-anak melakukan praktik baik dalam interaksi sosialnya. 
 
"Dahsyat bukan, ini dapat menjadi gelombang citra baik generasi yang akan datang," ujarnya.
 
Tentu hal di atas adalah, kata dia, merupakan harapan semuanya, yakni manusia paripurna dimana dalam hidupnya memiliki segala karakter baik yang tumbuh menjulang ke atas dan kuat menghunjam ke tanah.
 
 
Itu semuanya dapat terimplementasi, terwujud dengan praktik baik mendongeng yg dikemas sedemikian rupa, dengan cara cara yg menyenangkan, efektif, penuh penghayatan, penuh nilai nilai di dalamnya.
 
"Akhirnya, pesan pesan yang terkandung dalam dongeng diharapkan dapat menumbuhkan moral kepada anak-anak baik itu untuk pengembangan pribadi maupun kehidupan sosial masyarakat," tambah Sri Wahyuni Solihah. *** (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran