Percepat Distribusi Minyak Goreng Curah, Polresta Bandung Siapkan Truk Pengangkut
Untuk mempercepat distribusi minyak goreng curah sampai ke pelanggan, Polresta Bandung sediakan truk untuk membantu distribusi para agen
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang - Percepat distribusi minyak goreng curah bersubisidi, Polresta Bandung menyediakan armada truk untuk pengangkutan minyak goreng dari agen ke pasar.
Dengan bantuan pengangkutan ini diharapkan dapat menurunkan biaya distribusi sehingga dapat menurunkan harga jual minyak goreng curah bersubsidi kepada masyarakat.
Sebuah truk angkut dan personil disiapkan Polresta Bandung di Pasar Soreang. Tujuannya, untuk mengangkut jeriken-jeriken minyak goreng curah bersubsidi milik para pedagang Pasar Soreang ke agen.
Baca Juga: DPRD Minta Gaji Ratusan Guru Honorer Kota Bogor yang Ditunggak Segera Dibayarkan
Dengan begitu, para pedagang dapat mengurangi biaya pengangkutan, dan mereka dapat menjual minyak goreng curah bersubsidi ini dengan harga yang lebih murah.
"Saat ini minyak goreng curah subsidi dijual Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu perkilogram. Nah disini kami mencoba bantu para pedagang dari sisi transportasinya. Saat waktu kita tidak ada patroli, coba bantu mendistribusikan dari agen ke pedagang. Nanti bisa dilihat jadi turun berapa, syukur-syukur bisa menurunkan harga jual pedagang ke masyarakat jadi lebih murah," kata Kapolresta Bandung, Kombespol Kusworo Wibowo, di Pasar Soreang, Rabu 6 Maret 2022.
Kusworo mengatakan, dengan memberikan bantuan pengangkutan ini, bisa memotong atau mengurangi biaya produksi pedagang. Karena ada mata rantai distribusi yang dipotong. Tapi tetap tidak merugikan agen-agen tersebut, tapi justru membantu mereka menekan biaya produksi dengan tidak mengeluarkan biaya transportasi atau pengangkutan hingga sampai ditangan para pedagang.
Baca Juga: Pakar Kebijakan Publik Kritisi Program Samisade, Ini Pointernya
"Dengan cara ini juga kami dengan Disperindag menjadi lebih intensif melakukan pengawasan dan memantau distribusi minyak goreng bersubsidi ini. Bantuan armada ini bisa kapanpun digunakan oleh para pedagang, termasuk mobil patroli di Polsek-Polsek bisa digunakan ke pasar-pasar tingkat kecamatan" ujarnya.
Sementara itu Kadisperindag Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah mengakui jika hingga hari ini harga jual minyak goreng bersubsidi masih diatas harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.500 perkilogram. Seperti yang telah ditetapkan dalam Permendag No 11 tahun 2022.
"Ternyata di lapangan ada beberapa persoalan. Karena dari hulu produsen kurang melakukan produksinya. Sehingga pasokan ke kabupaten/ kota juga kurang. Akhirnya dipasaran itu yang banyak non subsidi dengan harga diatas HET.
Dicky menduga, minyak goreng yang dijual diatas HET dipasar ini merupakan minyak goreng curah non subsidi. Padahal, seharusnya, minyak goreng non subsidi ini diperuntukan bagi industri besar. Namun karena minyak goreng curah bersubdi ini tak ada, maka kebutuhan pasar diisi oleh minyak goreng curah non subsidi. Apalagi, secara fisik minyak goreng curah subsidi dan non subsidi ini tidak dapat dibedakan.
Baca Juga: Hukum Ramadhan, Bukber dalam Pandangan Islam, Buya Yahya: Hati-hati Timbulkan Dosa
"Kami bersama pak Kapolres berupaya mengontrol ketersediaan stok dan memastikan jika ada subsidi itu masuk ke pasar-pasar di Kab Bandung tidak disalurkan kepengguna diluar rumah tangga dan industri besar. Kemudian kami juga mengupayakan agar minyak goreng subsidi ini agar masuk ke pasar sesuai kebutuhan,"katanya.(rd dani r nugraha).
Editor : inilahkoran


