Kenalkan Pangan Halal pada Anak Sejak Dini, Sri Wahyuni : Wajib Hukumnya

Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Bandung Sri Wahyuni menegaskan pengenalan pangan halal kepada anak usia dini sudah harus ditanamkan sejak dini

Kenalkan Pangan Halal pada Anak Sejak Dini, Sri Wahyuni : Wajib Hukumnya
Ketua POkja Bunda PAUD Kota Bandung Sri Wahyuni menegaskan bagi orang tua sudah harus menenamkan sejak dini pengenalan pangan halal bagi anaknya.

INILAHKORAN, Bandung - Ketua Pokja Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Bandung Sri Wahyuni Solihah mengatakan, pola langkah praktik baik mengenalkan pangan halal kepada anak usia dini, yang perlu diperhatikan para orang tua adalah mulai dari orang tua masing-masing.

"Kesadaran kita terhadap pangan halal harus terus ditumbuhkan dengan Istiqomah. Kesadaran memilih produk yang halal dan bersertifikasi pun harus terus dikuatkan di antara banyak produk-produk makanan yang menggiurkan tanpa ada sertifikasi halal," ujar Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Bandung Sri Wahyuni Solihah, Minggu 10 April 2022..

Sri Wahyuni mengatakan, usia dini adalah masa usia meniru. sesuatu yang sangat dahsyat sekali, jika pada masa itu, anak-anak diperlihatkan suatu sikap dan perilaku baik dari orang tuanya, bahkan diajak untuk langsung melakukan praktik baik tersebut dengan penuh kebagiaan dan keceriaan.

Baca Juga: Ada Kekerasan di Rumah Tangga, Ade Yasin Minta Warganya Tak Segan Lapor Aparat

"Bukan tidak mungkin, anak anak kelak menjadi peniru kebaikan yang ulung," ucapnya.

Implementasi praktik baik mengenalkan dan mengkonsumsi pangan halal bagi anak usia dini yang paling sederhana, para orang tua bisa mulai dari, pertama: komunikasikannya atau mendiskusikannya, ngobrol santai seperti apa makanan halal itu, ketika anak makan bersama atau ketika anak dilibatkan di dapur untuk ikut bantu memasak pada usia dini tertentu.

Bahkan usia pada rentang baduta, balita metode mengkomunikasikan ini sudah mulai harus diinisiasi oleh para orang tua.

Tentu di sini orang tua harus punya bekal pengetahuan tentang apa itu makanan halal, kenapa harus mengkonsumsi makanan halal, bagaimana bisa disebut makanan halal.

Baca Juga: 3 Hadist Tentang Membaca Doa Qunut, Arab dan Terjemahannya

"Pengetahuan orang tua yg luas, dapat membantu apabila dalam pelaksanaannya anak anak melontarkan pertanyaan yang terkadang di luar dugaan," imbuhnya.

Kedua, dalam praktik baik mengenalkan dan mengkonsumsi pangan halal ini, para orang tua bisa mengajaknya ke toko atau pasar tradisional, atau ke supermarket.

Kemudian dipersilahkan memilih makanan yang disukai, lalu pada saat itu bisa ditanyakan apakah ada logo halalnya atau tidak, sekaligus bisa disampaikan informasi tentang logo halal yg ada di kemasan makanannya.

Dengan cara pendekatan di atas, anak anak dapat diantarkan persepsinya, untuk selalu memilih makanan yg dibelinya adalah makanan yang dipastikan berlabel halal.

Baca Juga: Ngabuburit Ekstrem ala Warga Playangan Kaliwedi Kabupaten Cirebon

"Lebih dalam lagi, lanjut dia, anak usia dini bisa dilatih pengembangan dan pemahamannya tentang makanan halal ini, dengan pendekatan inkuiri atau yang sekarang kita kenal di kurikulum pendidikan anak usia dini adalah pendekatan saintifik, sehingga anak anak terpenuhkan segala aspek perkembangannya dalam satu tema makanan halal," ujar Sri Wahyuni Solihah.

Bagaimana penerapan metode saintifik makanan halal untuk anak usia dini agar anak ini semakin kaya pemahamannya tentang makanan halal, agar anak semakin berkembang praktik baiknya, tentu ini merupakan pembahasan tersendiri.

"Pendekatan ini, tidak harus dilaksanakan oleh guru yang ada di sekolah saja, tapi bisa dipraktekkan bersama orang tua di rumah," tambahnya. *** (okky adiana)


Editor : inilahkoran