Guru Ngaji di Pangalengan Jadikan Ruang Kelas dan WC untuk Sodomi Puluhan Muridnya

Oknum Guru Ngaji SN yang sodomi puluhan muridnya di Pangalengan nekat gunakan WC dan ruang kelas sekolah ketika melancarkan aksinya.

Guru Ngaji di Pangalengan Jadikan Ruang Kelas dan WC untuk Sodomi Puluhan Muridnya
Ilustrasi aksi sodomi guru ngaji berinisial SN di Pangalengan.

INILAHKORAN, Bandung- Aksi bejat guru ngaji SN di Pangalengan yang sodomi puluhan muridnya terus terungkap.

Menurut fakta-fakta yang dihimpun InilahKoran, guru ngaji SN di Pangalengan itu nekat melakukan sodomi terhadap puluhan muridnya dengan menggunakan fasilitas WC dan ruang kelas sekolah.

Adalah salah seorang keluarga korban berinisial DN yang mengungkap rentetan fakta mengerikan di balik aksi sodomi guru ngaji SN di Pangalengan itu.

Baca Juga: Ngeri! Guru Ngaji di Pangalengan Paksa Muridnya Peragakan Adegan di Film Porno

DN mendapat pengakuan dari sang cucu yang jadi murid dari guru ngaji SN itu.

Menurut DN, cucunya itu berhasil lolos dari aksi bejat SN karena selalu melakukan perlawanan.

"Kata anak-anak itu biasanya dilakukan di WC sekolah tempat dia mengajar, ruang kelas saat sepi. Selain itu, dilakukan juga saat dia membawa anak-anak pentas marawis dan piknik ke luar seperti ke Cipanas atau ketempat lainnya. Korbannya rata-rata masih duduk di kelas 4-6 SD," katanya.

Baca Juga: Persib Rekrut Pemain Jepang? Teddy Tjahjono Sampai Dua Kali Bilang Hoaks!

DN meyakini, jumlah korban keganasan SN mencapai puluhan.

Pasalnya, keberadaan SN sebagai guru di salah satu sekolah di kampugnya itu sejak lima tahun lalu.

Dari cerita anak-anak, hampir semua anak laki-laki disetiap kelas pernah menjadi korban SN.

Baca Juga: Ngeri..Ini Dampak Bahaya Sodomi Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik

Bahkan, ada beberapa orang korbannya yang saat ini sudah sekolah SMP dan masih berhubungan dengan SN.

"Nah ironisnya, anak-anak ini cerita yang sudah SMP ini juga sekarang masih suka diajak," ujarnya.
 
Berbekal dari pengakuan-pengakuan dari anak-anak ini, lanjut DN, ia bersama para orang tua korban, melaporkan kejadian yang menimpa anak-anak mereka ke Polresta Bandung.
 
Mereka melaporkan kejadian tersebut sekitar dua bulan lalu dan minggu lalu ada beberapa orang tua korban yang kembali melapor jika anaknya juga diduga telah menjadi korban SN.
 
 
"Untuk memastikan kebenaran kejadian ini. Bersama polisi kami bawa para korban  ke psikolog yang ada di Pemkab Bandung. Sebelum ditanya saja, psikolog ini sudah tahu kalau para anak-anak ini korban, mungkin dilihat dari perilaku dan gerak-geriknya saja sudah terlihat," ujarnya.
 
Satreskrim Polresta Bandung membenarkam adanya kasus dugaan kejahatan seksual terhadap puluhan anak laki-laki oleh seorang okum guru ngaji berinisial SN (33) di Kecamatan Pangalengan.
 
Hasil visum psikiatri, menunjukan jika anak-anak ini telah menjadi korban kebiadaban SN.
 
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo didampingi Kasatreskrim AKP Oliestha Ageng Wicaksana, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan atau memintai keterangan kepada 10 orang anak.
 
 
Hasilnya dari visum memang luka pada rektum atau anus mereka secara fisik banyak yang telah pulih. Namun demikian, pihaknya menindaklanjuti dengan melakukan visum psikiatri. 
 
"Kalau rektum atau anus itu sifatnya elastis, sehingga sebagian besar sudah tidak ada bekas luka. Kemudian kami lanjutkan dengan visum psikiatri. Hasil visum psikiatri ini membenarkan jika 10 orang anak yang diperiksa ini telah menjadi korban sodomi oleh pelaku. Hasil visim psikiatri inilah yang kami jadikan alat bukti untuk menjerat tersangka," kata Oliestha kepada INILAHKORAN melalui sambungan telepon, Salasa 12 April 2022. ***(Dani R Nugraha)


Editor : inilahkoran