Aksi Penghadangan TMP Terulang di Cimahi, Ini Reaksi Organda KBB

Organda KBB bereaksi dengan adanya penghadangan bus TMP korodir 2 untuk yang kedua kalinya di wilayah Cimahi

Aksi Penghadangan TMP Terulang di Cimahi, Ini Reaksi Organda KBB
Seorang oknum sopir angkot di Cimahi menghadang bus TMP koridor 2 dan menyuruh semua penumpangnya turun. Aksi tak terpuji sopir angkot tersebut semat viral di media sosial.

INILAHKORAN, Ngamprah - Aksi Aksi penghadangan bus Trans Metro Pasundan (TMP) koridor 2 D jurusan Kota Baru Parahyangan-Kota Bandung oleh salah satu oknum sopir angkot di pinggir jalan kembali terjadi.

Aksi penghadangan tersebut sontak jadi tontonan warga sekitar dan para penumpang yang berada di dalam bus TMP. Ironisnya, para penumpang di paksa untuk turun oleh oknum tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Organda KBB, Asep Dedi Setiawan menyayangkan dengan adanya aksi penghadangan TMP tersebut. Pasalnya, sejauh ini di wilayah Bandung Barat sendiri aman.

Baca Juga: Pengunjung Serbu Kebun Binatang Bandung di Libur Nasional

"Kita sudah sosialisasi terus melalui media masa bersama temen-temen pengusaha dan para sopir, maka dari itu di KBB itu insya allah kondusif," katanya saat dihubungi minggu, 17 April 2022.

Menurutnya, tak bisa di pungkiri kalau hanya sekedar komplain dari para sopir angkot, pihaknya selalu menanggapi secara kekeluargaan dan mediasi dengan baik.

"Kami selalu tampung aspirasi dan riakan rekan-rekan, karena saya anggap itu sebuah dinamika, kami menyarankan rekan-rekan di Cimahi juga harus bisa kondusif jangan gampang terprovokasi," tuturnya.

Ia menjelaskan, agar tidak terprovokasi alangkah baiknya mencari solusi bukan dengan cara turun ke jalan, sebuah permasalahan akan bisa di selesaikan dengan kepala dingin terlebih di bulan Ramadhan ini.

Baca Juga: Dihadang Sopir Angkot Cimahi, Penumpang BUS TMP Koridor 2 Disuruh Turun

"Kita dekat dengan para pengusaha angkot dan para sopir, terkait permasalahan ini pasti sampai ke kita, kita langsung menampung aspirasi apa yang menjadi suara teman-teman kita tampung dan kita musyawarahkan ketika ada permasalahan kita cari solusi yang terbaik," jelasnya.

Ia menyebut, adanya bus TMP merupakan program dari pemerintah pusat, adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan taraf ekonomi.

Maka dari itu, sambung dia, pihaknya meminta agar bisa diterima di kalangan masyarakat.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa se-Bandung Raya Mulai Datangi Gedung Sate

"Kita harus sambut baik program itu, dimana pemerintah pusat menyumbang kepada Provinsi dengan tujuan utamanya adalah untuk menaikan taraf kehidupan masyarakat, dalam konteks tranportasi yang aman dan nyaman," ujarnya.

"Masa ada bantuan dari pemerintah tidak kita terima, sekali lagi di Bandung Barat insyaallah kondusif," pungkasnya.*** (agus satia negara).

 

 


Editor : inilahkoran