Pedagang Pasar Tagog Padalarang Menjerit, Harga Cabai Rawit Tembus Rp50 Ribu Per Kilogram
Para pedagang di pasar tradisional Tagog Padalarang mulai menjerit. Harga cabai rawit saja mulai menembus Rp50 Ribu per Kilogram.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Para pedagang di pasar tradisional Tagog Padalarang mulai menjerit. menyusul kenaikan sejumlah komoditas pokok jelang Idul Fitri tahun ini.
Salah seorang pedagang cabai rawit, Susi (45) mengatakan, jelang lebaran ini harga cabai rawit di pasar tradisional Tagog Padalarang menembus harga Rp50 ribu per kilogram.
"Dari sananya sudah naik, dari menjelang Ramadhan saja harga cabai sudah mulai terlihat naik," katanya, Kamis 21 April 2022.
Baca Juga: Canangkan SSK, Sonya Fatmala: Anak-anak di KBB Perlu Tahu Bonus Demografi
Menurutnya, kenaikan harga terjadi sejak sepekan lalu. Namun, dirinya tidak mengetahui kenapa harga bisa semahal itu.
"Ini udah dari minggu lalu. Saya juga enggak tahu ini naiknya karena apa," tuturnya.
Ia menjelaskan, harga normal cabai rawit sebelumnya berkisar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Baca Juga: Mau Mudik? Yuk, Simak Ketentuan Bagi Para Pelaku Mudik Tahun 2022
"Kalau sebelum naik mah harga normalnya Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram. Tapi sekarang nyampai Rp 50 ribu per kilogram, selain cabai, harga bawang merah juga naik menjadi Rp 32 ribu dari semula Rp 24 ribu," keluhnya.
Ia mengaku, di tengah kenaikan harga, permintaan pembeli atau konsumen justru menurun sekitar 60 persen.
Menurutnya, kenaikan dipicu pasokan barang ke pedagang dari petani mengalami penurunan. Sehingga stok sedikit, sedangkan permintaan meningkat.
Baca Juga: Kunjungi Pasar di Kabupaten dan Kota Bogor, Presiden Jokowi Gelontorkan Bantuan
"Jadi, sudah biasa kalau mau lebaran. Suka ada kenaikan. Jadi pembeli juga berkurang. Kalaupun ada, pembeliannya dikurangi," tandasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


