INILAHKORAN, Bandung - Kebun Binatang Bandung dipadati wisatawan lokal yang berlibur saat libur Lebaran 1443 Hijriah, pada H+2, Rabu 4 April 2022. Tingkat kunjungan wisatawan pada H+1 atau pada Selasa kemarin mencapai 8.000 orang.
Humas Kebun Binatang Bandung Sulhan Syafii mengatakan, Kebun Binatang Bandung masih menjadi salah satu tujuan destinasi wisata. Hal tersebut terbukti dari antusias masyarakat yang liburan di Kebun Binatang Bandung.
"Antusias pengunjung sangat bagus. Alhamdulillah Kebun Binatang masih menjadi salah satu tujuan wisata warga Kota Bandung atau Jawa Barat dan orang yang berlibur ke Kota Bandung," kata Sulhan Syafii pada Rabu 4 April 2022.
Sulhan Syafii menyebut, bahwa sebanyak 60 persen wisatawan yang berkunjung ke Kebun Binatang Bandung berasal dari luar Kota Bandung. Sedangkan 40 persen merupakan warga Kota Bandung.
"Kalau hari H Lebaran 3.000 an pengunjung. Hari kedua 8.000 dan hari ketiga jam segini udah 2.000 an, semoga bisa mencapai 8.000 an. Di 2021 dan 2020 di awal-awal pandemi Covid-19, tingkat kunjungan wisatawan relatif minim," ucapnya.
Sulhan menambahkan, wahana di Kebun Binatang Bandung yang dapat dinikmati wisatawan adalah naik gajah, unta, memberi makan jerapah dan rusa serta atraksi satwa. Ditambah kesenian ketuk tilu dan silat yang bisa ditonton secara gratis termasuk wahana perahu dan sepeda air.
"Kelebihan Kebun Binatang Bandung yaitu wisatawan dipersilahkan membawa bekal dari rumah dan makan bersama di area wisata. Pihaknya juga menyewakan alas. Dan di Kebun Binatang bisa botram, bisa duduk di sini mau botram mangga kita siapkan alas duduk," ujar dia.
Di tengah antusias masyarakat berlibur ke Kebun Binatang pihaknya pun mengingatkan wisatawan untuk menerapkan protokol kesehatan dan melaksanakan buka tutup apabila pengunjung yang mengantre membeludak. Selain itu tiket sendiri sejak 2019 Rp 50.000 per orang.
"Prokes kita selalu woro-woro pakai masker, jaga jarak karena pengunjung pakai masker. Buka tutup apabila pengunjung yang mengantre membeludak. Selain itu tiket 50.000 per orang," tandasnya. *** (Yogo Triastopo)