Bandung Seuhah, Semangat Kebangkitan Kuliner Bandung dari Pandemi Covid
Kota Bandung menggelar Bandung Seuhah, Minggu 24 Oktober 2021. Kegiatan itu untuk mendongkrak sektor kuliner kembali menggeliat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung,- Kota Bandung tak pernah lelah untuk terus membangkitkan berbagai sektor dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.
Tak hanya kembali memberikan relaksasi ekonomi pada sektor hiburan dengan pemberian izin kapasitas 70 persen pengunjung bioskop, Kota Bandung juga menggelar Bandung Seuhah sebagai upaya membangkitkan sektor kuliner, Minggu, 24 Oktober 2021
Kegiatan Bandung Seuhah menjadi sebuah suguhan pecinta makanan pedas dengan menghadirkan berbagai kaki lima untuk memamerkan produknya di Balai Kota Bandung baik itu Batagor, Seblak dengan tingkatan pedasnya serta kuliner Kota Bandung lainnya.
Baca Juga: Bappeda Karawang: Kemiskinan Ekstrem Tersebar di Pedesaan dan Pertanian
Bandung Seuhah yang dilaksanakan Minggu, 24 Oktober 2021 juga sekaligus menjadi rangkaian penutup Hari Jadi ke-211Kota Bandung (HJKB) ke-211.
Acara yang melibatkan PKL kuliner Binaan Satgasus PKL Kota Bandung tersebut diinisiasi Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung. Kegiatan juga diisi dengan pemberian kompor kepada para PKL kuliner dan pemberian BPJS Ketenagakerjaan yang digratiskan pada 3 bulan pertama sebagai asuransi jika terjadi kecelakaan terhadap PKL saat berjualan.
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan pemulihan ekonomi di Kota Bandung yang saat ini telah berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.
Baca Juga: Warga Kelurahan Cisurupan Berangsur Sadar Pentingnya Vaksinasi Covid-19
"Kita coba tingkatkan kuliner dan fesyennya dengan berbagai upaya. Contohnya untuk kuliner sudah dimulai dengan seperti ini. Kemarin juga fesyen (Pasar Kreatif dan Bandung Week Market di Bali) dari target omzet P6 miliar di beberapa mal sudah tercapai. Termasuk yang di Bali 6 hari bisa dapatkan Rp1,05 miliar," katanya.
"Ini dalam rangka mendongkrak dan memotivasi UMKM, sudah saatnya bergeliat kembali," imbuhnya.
Namun dengan relaksasi PPKM Level 2, Oded tetap mengingatkan, dalam kegiatan ekonomi atau kegiatan lainnya, warga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. "Kita harus sadar bahwa pandemi Covid-19 ini masih ada, walau pun di level 2. Seiring dengan relaksasi yang ada, tetap pengawasan ditingkatkan. Tapi yang terpenting harus jaga protkes," katanya.
Baca Juga: PSIS 'Terguncang' Jelang Ladeni Persib, Imran Nahumarury Mundur
Sementara itu Kepala Dinas KUKM, Atet Dedi Handiman mengatakan, Bandung Seuhah merupakan promosi bagi PKL khususnya batagor dan seblak.
Menurutnya, ada beberapa pedagang yang turut ambil bagian terdiri dari 15 batagor dan 5 seblak, serta kuliner lain pada gelaran Bandung Seuhaahh. Pelaku usaha tersebut sebelumnya telah dikurasi, seperti batagor yang jumlahnya di atas 200 pedagang dipilih menjadi 15 pedagang. "Karena batagor khas Kota Bandung, harus kita angkat. Pedagang di sini yang dianggap unggulan, masukan dari koordinator PKL," katanya.
Para pedagang tersebut selama pandemi Covid-19 ini cukup lama tidak membuka usaha, bahkan hingga ada yang kompornya macet. Sehingga pada acara tersebut dirangkaikan dengan pemberian bantuan berupa kompor kepada para PKL.
Baca Juga: Emak-emak Deklarasi Dukung Sandiaga Uno Maju Nyapres di Pemilu 2024
"Kita berkolaborasi dengan Gojek, BPJS, memberikan bantuan berupa kompor gas dan bantuan 3 Bulan BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
"BPJS ini nanti ada sekitar 400 pelaku usaha PKL yang diberikan bantuan 3 bulan untuk BPJS Ketenagakerjaan. Jadi pada saat mereka melakukan tugas perseorangan bukan badan usaha, kalau mengalami tapi mudah-mudahan tidak, seperti kecelakaan itu dilindungi BPJS," lanjutnya.
Selain itu, Dinas KUKM juga mengenalkan cashless payment dari Link Aja kepada para PKL. Sebelumnya sudah dilakukan kepada PKL di Cicadas, namun belum optimal. "Sekarang kita berkerja sama dengan Telkomsel. Sehingga dengan adanya PPKM pun, mereka diharapkan tetap ada transaksi," katanya.
Baca Juga: Rachel Vennya Ngaku Tak Jalani Karantina, Terbantahkan dengna Bukti Absensinya di Wisma Atlet...
Atet menambahkan, kegiatan "Bandung Seuhaahh" ini hanya digelar satu hari, agar pedagang tidak meninggalkan lapaknya terlalu lama, dan kegiatan ini pun dinilai sebagai "pemanasan" untuk kegiatan ke depannya. "Ke depan ada acara lagi yang akan diselenggarakan lebih matang. Ini semacam pemanasan, bisa saja seluruh Balai Kota dipenuhin kalau tidak ada pandemi," imbuhnya.
Sejumlah pedagang yang terlibat pun mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka berharap promosi-promosi tersebut dapat dilakukan secara berkala, demi segera pulihnya ekonomi akibat pandemi.***(Ghiok Riswoto)
Editor : inilahkoran


