Bangunlah, Berikan Peringatan!
DALAM pelajaran sirah nabawiyah kali ini, kita kaji tafsir surah Al-Mudattsir yang merupakan wahyu kedua yang turun kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
DALAM pelajaran sirah nabawiyah kali ini, kita kaji tafsir surah Al-Mudattsir yang merupakan wahyu kedua yang turun kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
Allah Taala berfirman,
"Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Rabbmu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah." (QS. Al-Mudattsir: 1-7)
Al-Mudattsir sama maknanya dengan Al-Muzammil, yaitu orang yang berselimut. Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasa dipanggil dengan keadaan beliau atau sifatnya. Kadang beliau dipanggil dengan Ya ayyuhal muzammil, Ya ayyuhal mudattsir, Ya ayyuhan nabiyyu, Ya ayyuhar rasul. Ini menunjukkan bagaimanakah kelemahlembutan dari Allah dalam memanggil nabi kita shallallahu alaihi wa sallam.
Ini adalah wahyu kedua yang turun setelah masa fatrah, berhentinya wahyu beberapa waktu. Awalnya surat ini menerangkan bahwa Allah memerintahkan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk terang-terangan dalam berdakwah.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam Diperintah untuk Indzar
"Bangunlah, lalu berilah peringatan!", maksudnya bangkitlah dengan penuh semangat lalu berilah peringatan kepada manusia dengan perkataan dan perbuatan untuk menyampaikan maksud.
Maksud memberi peringatan (indzar) di sini adalah memberi peringatan kepada orang kafir, ahli maksiat, dan orang mujrim (yang penuh dosa) agar takut dengan neraka dan siksa Allah.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam Diperintah untuk Mengagungkan Allah
"Dan Rabbmu agungkanlah!", maksudnya adalah agungkanlah dengan mentauhidkan Allah. Dalam mengingatkan lainnya hendaklah diniatkan untuk meraih wajah Allah (ikhlas lillahi Taala). Lalu agungkanlah Allah dengan beribadah kepada-Nya.
[baca lanjutan]
Editor : JakaPermana

