Banjir Babakan Madang, Warganet Kritik Pengelolaan Lingkungan Sentul City
Imbas banjir yang melanda Babakan Madang, manajemen Sentul City dikritik soal pengelolaan lahan hijau.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – banjir yang melanda Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Rabu 11 Februari 2026 memicu gelombang kritik warganet terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan Sentul City.
Curah hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan luapan debit sungai membuat akses menuju sejumlah titik, termasuk kawasan Spring City, sempat terganggu.
Pantauan di akun Instagram resmi Sentul City, kolom komentar dipenuhi respons publik. Sejumlah warganet menyoroti alih fungsi lahan, pengerukan bukit, serta penebangan pohon yang dinilai berkontribusi pada meningkatnya risiko banjir. Mereka meminta pengelola kawasan lebih serius menjaga ruang terbuka hijau dan daerah resapan air.
Kritik Warganet Soal Ruang Hijau dan Alih Fungsi Lahan
Warganet mengungkapkan kekhawatiran atas perubahan lanskap kawasan yang kian padat bangunan. Menurut mereka, pengembangan perumahan dan area komersial perlu dibarengi perlindungan lingkungan agar tidak memperparah limpasan air saat hujan ekstrem.
Komentar-komentar publik juga menyinggung pentingnya evaluasi sistem drainase serta perlindungan kawasan lereng dan bukit agar daya serap air tetap terjaga.
Respons Manajemen Sentul City
Menanggapi sorotan publik, manajemen Sentul City menyatakan bahwa isu lahan hijau dan lingkungan menjadi perhatian mereka.
Dalam pembaruan resmi, manajemen mengklaim genangan air dan sisa lumpur telah dibersihkan, akses jalan menuju dan keluar klaster sudah kembali normal, serta tim teknis tengah melakukan investigasi penyebab luapan debit air untuk merumuskan mitigasi jangka panjang.
Manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menegaskan komitmen pada keamanan serta kenyamanan warga.

Seperti diketahui, banjir di Babakan Madang tidak hanya terjadi di Kampung Carewed, Desa Cijayanti, tetapi juga Desa Bojong Koneng. Luapan debit sungai akibat hujan deras berdampak pada aktivitas wargad an beberapa rumah pun mengalami kerusakan.
Editor : Firda Rachmawati


