Bank BJB dan Pemkot Bandung Sigap Bantu Korban Angin Puting Beliung Ujungberung

INILAHKORAN, Bandung - Warga Kota Bandung yang terdampak angin puting beliung, mulai menerima bantuan cepat dari pemerintah kota dan Bank BJB. Bencana yang terjadi Selasa sore kemarin, merusak 289 rumah dan memengaruhi sekitar 900 jiwa di Kecamatan Cinambo, Ujungberung dan Cibiru.

Bank BJB dan Pemkot Bandung Sigap Bantu Korban Angin Puting Beliung Ujungberung

INILAHKORAN, Bandung - Warga Kota Bandung yang terdampak angin puting beliung, mulai menerima bantuan cepat dari pemerintah kota dan Bank BJB. Bencana yang terjadi Selasa sore kemarin, merusak 289 rumah dan memengaruhi sekitar 900 jiwa di Kecamatan Cinambo, Ujungberung dan Cibiru.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meninjau, langsung lokasi terdampak di Kelurahan Pasanggrahan dan Ujungberung memastikan warga berada di tempat aman dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

“Memang kondisinya sangat memprihatinkan. Ada rumah yang tidak bisa ditinggali karena sebagian atapnya hilang. Langkah pertama kami pastikan warga berada di tempat aman, dan kebutuhan dasar mereka segera terpenuhi,” kata Farhan pada Rabu 5 November 2025.

Sebagai bentuk bantuan pemulihan awal dikemukakan ia, Bank BJB menyalurkan bantuan tunai mulai dari Rp1 juta untuk rumah rusak ringan hingga Rp3 juta bagi rumah rusak berat.

“Ini bentuk perhatian dan respons cepat kami terhadap warga. Kami ingin mereka bisa memulai pemulihan secepat mungkin," ucapnya.

Sambung ia, BPBD Kota Bandung melakukan pemetaan kerusakan lebih rinci. Sementara Dinas Sosial dan Kampung Siaga Bencana mendata warga yang membutuhkan logistik dan tempat tinggal sementara.

“Pendataan harus selesai dalam 24 jam, dan semua kebutuhan dasar warga harus terpenuhi. Jangan sampai ada korban ketika terjadi hujan atau puting beliung susulan," ujar dia.

Dengan koordinasi cepat antara pemerintah kota dan pihak terkait, warga terdampak diharapkan bisa segera beraktivitas normal. Farhan juga mengimbau, masyarakat Kota Bandung untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem.

“Kita tidak bisa memprediksi kapan cuaca ekstrem datang. Mari kita menjadi masyarakat tangguh bencana, karena pemerintah akan bergerak cepat, BPBD, Dinsos dan kewilayahan semuanya kompak,” tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti