Bank bjb Dukung Manifesto MMS 2045, Tegaskan Peran Strategis dalam Pembangunan Ekonomi dan Pemajuan Budaya

Bank bjb menunjukkan komitmen strategis dalam pembangunan ekonomi dan pemajuan budaya Sunda dengan mendukung Manifesto MMS 2045 di Gedung Sate.

Bank bjb Dukung Manifesto MMS 2045, Tegaskan Peran Strategis dalam Pembangunan Ekonomi dan Pemajuan Budaya
Plt Direktur Utama bank bjb, Ayi Subarna (kedua dari kanan) turut hadir dalam Musyawarah Tahunan ke-II Majelis Musyawarah Sunda (MMS) di Gedung Sate, Sabtu (22/11/2025).

INILAHKORAN, Bandung-  Bank bjb menegaskan posisinya sebagai mitra strategis dalam agenda pembangunan peradaban Sunda Raya. Hal ini tercermin melalui kehadiran Plt Direktur Utama bank bjb, Ayi Subarna, pada Musyawarah Tahunan ke-II Majelis Musyawarah Sunda (MMS) di Gedung Sate, Sabtu (22/11/2025).

Kehadiran Ayi di tengah tokoh nasional, pinisepuh Sunda, dan pejabat negara—termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi—dinilai bukan sekadar etika kelembagaan, melainkan sinyal politik–kultural yang bermakna.

Dalam forum tersebut, MMS secara resmi meluncurkan Manifesto MMS 2045, sebuah dokumen peta jalan strategis untuk memulihkan martabat dan masa depan Tatar Sunda menuju Indonesia Emas 2045. 

Presidium Pinisepuh MMS, Dindin S. Maolani menegaskan, persoalan Sunda saat ini bersifat sistemik dan struktural, sehingga memerlukan kepemimpinan kolektif serta keputusan strategis yang berani.

Sebagai satu-satunya bank pembangunan daerah terbesar di Tatar Sunda, bank bjb dinilai tidak lagi berada pada posisi netral. Kehadiran Ayi Subarna menempatkan bank bjb dalam percakapan strategis elite Sunda yang tengah merumuskan orientasi peradaban masa depan.

Pengamat sosial dari Universitas Islam Bandung, Dr. Ilmi Hatta, menilai langkah bank bjb sebagai keputusan penting yang sesuai dinamika sosial.

"Jika elite Sunda sedang membangun peta jalan jangka panjang, institusi ekonomi seperti bjb tentu tidak bisa bersikap netral. Kehadiran Ayi Subarna memperlihatkan bahwa bjb ingin hadir sebagai mitra peradaban," ujarnya.

Ilmi juga menegaskan bahwa momentum ini strategis bagi bank bjb yang selama ini menopang perputaran ekonomi di Jawa Barat dan Banten. Dengan agenda manifesto yang mencakup reforma fiskal, audit pembangunan strategis, hingga konsolidasi kepemimpinan, bank bjb diposisikan sebagai subjek sekaligus objek transformasi ekonomi Sunda Raya.

“Bank bjb tidak mungkin berada di luar orbit ketika MMS berbicara soal kesejahteraan rakyat, penguatan ekonomi, dan tata kelola fiskal yang lebih adil. Kehadiran Plt Dirut hari ini adalah pernyataan kesiapan bank daerah itu menjadi bagian dari arsitektur Sunda Raya 2045,” tambahnya.

Di mata peserta musyawarah, kehadiran Ayi juga dibaca sebagai langkah memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat Sunda basis historis dan mayoritas pemangku kepentingan bank bjb. Penyerahan dokumen Manifesto MMS kepada Gubernur Jawa Barat kian menegaskan bahwa konsensus baru elite Sunda tengah terbentuk dan bank bjb memilih hadir sebagai pelaku, bukan penonton.

Di ruang utama Gedung Sate, saat para pinisepuh berbicara tentang martabat, budaya, reforma agraria, dan indeks kesejahteraan Sunda Raya, sorotan tidak hanya tertuju pada tokoh politik. Para pelaku ekonomi, termasuk bank bjb, kini menjadi bagian penting dari percakapan masa depan tanah Sunda.

"Ini bukan forum seremonial, ini forum arah. Dan bjb—melalui kehadiran Ayi—ingin memastikan bahwa ia berada di meja itu," tutup Ilmi.

Dengan dukungan akademisi, budayawan, pejabat negara, dan ratusan peserta musyawarah, Manifesto MMS kini menjadi dokumen strategis yang memayungi harapan dan arah perjuangan masyarakat Sunda. Di antara banyak langkah yang tampak sederhana, posisi bank bjb dalam forum ini menjadi simbol komitmen ekonomi–kultural yang berarti jauh lebih besar daripada sekadar kunjungan pejabat BUMD. ***


Editor : Ghiok Riswoto