Bantuan Sektor Swasta Perkuat Langkah Percepatan Penurunan Stunting Kota Bogor

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengapresiasi langkah percepatan penanganan stunting Kota Bogor mendapatkan perhatian dan dukungan dari pihak swasta. Terbaru ada Junior Chamber Indonesia (JCI) yang membantu 20 anak-anak stunting di wilayah Bogor Timur. 

Bantuan Sektor Swasta Perkuat Langkah Percepatan Penurunan Stunting Kota Bogor
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengapresiasi langkah percepatan penanganan stunting Kota Bogor mendapatkan perhatian dan dukungan dari pihak swasta. Terbaru ada Junior Chamber Indonesia (JCI) yang membantu 20 anak-anak stunting di wilayah Bogor Timur. 

INILAHKORAN.ID - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengapresiasi langkah percepatan penanganan stunting Kota Bogor mendapatkan perhatian dan dukungan dari pihak swasta. Terbaru ada Junior Chamber Indonesia (JCI) yang membantu 20 anak-anak stunting di wilayah Bogor Timur. 

"Kemarin ada yang ke DPPKB dari Ada Junior Chamber Indonesia menyumbangkan Rp65 juta selama enam bulan berturut-turut untuk 20 anak stunting di Bogor Timur. Belum lagi pihak-pihak swasta lain. Ini pemicu untuk pihak yang ingin berbuat tapi sekarang bisa ikut andil mengentaskan stunting," ungkap Jenal kepada INILAHKORAN di Hotel Salak pada Rabu 03 Desember 2025.

Jenal menerangkan, saat ini donatur dan anak stunting yang dibantu akan ada chemistry dengan aplikasi Bestie. Saat ini data balita yang diupdate sudah 80 persen. 

"Itu data real, hasil petugas berjumpa dengan keluarga stunting, keluarga resiko stunting dan anak stunting. Sebagai Ketua Tim Percepatan penurunan Stunting (TPPS) Kota Bogor saya merasa bersyukur dan terimakasih atas partisipasinya ASN, Diskominfo yang tidak masuk TPPS tapi sangat membantu. Semoga apa yang dikorbankan akan menjadi pahal bapak dan ibu," terangnya. 

Jenal juga menjelaskan, beberapa hari lalu dibuat MoU seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), itu menjadi komitmen semua bahwa sebagian rejeki Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat berarti untuk penurunan stunting. 

"Stunting ini permasalahan serius yang harus ditangani, karena masa depan bangsa di tangan mereka generasi mendatang. Generasi emas, harapannya kondisi tubuh ideal, otak yang cerdas, fisik yang kuat dan Indonesia meraih generasi emas 2045. Maka sejarah di Kota Bogor dibawah Kepemimpinan Dedie-Jenal para ASN kembali membuat komitmen kami ubah dalam kemasan aplikasi Besti, untuk bebas stunting. ASN sangat komitmen, ada yang menyumbang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Selama enam bulan kami ujicoba," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana