Baru Terealisasi, Kadinkes KBB Bakal Jadikan Pembangunan Puskesmas Ciwaruga sebagai Pilot Project
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ridwan Abdullah Putra menyebut relokasi Puskesmas Ciwaruga sudah lama diusulkan pihaknya, namun baru terealisasi saat ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ridwan Abdullah Putra menyebut relokasi Puskesmas CIwaruga sudah lama diusulkan pihaknya, namun baru terealisasi saat ini.
Menurutnya, kondisi Puskesmas CIwaruga tidak memadai dan tidak memenuhi standar yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) mulai dari luas lahan hingga bangunan.
"Kalau saya lihat Puskemas di Bandung itu megah, kita malu dengan kondisi Puskesmas CIwaruga yang kecil dan crowded karena lokasinya berbatasan dengan Bandung," kata Ridwan saat ditemui, Jumat 5 September 2025.
Ridwan menyebut, rata-rata jumlah kunjungan pasien per hari ke Puskesmas CIwaruga bisa mencapai 100 hingga 150 orang, sehingga sangat tidak memadai.
"Alhamdulillah dapat fasilitas umum dari perumahan berupa tanah, makanya kita kejar untuk membangun di situ," ujarnya.
Berdasarkan Permenkes, terang Ridwan, untuk luas tanah Puskesmas standarnya sekitar 2.000-an meter² dengan luas bangunan 860 meter².
"Jadi memang untuk pembangunan Puskesmas CIwaruga yang direlokasi kita usahakan memenuhi standar minimal agar pelayanan berjalan dengan maksimal bagi masyarakat yaitu dengan direncanakan tiga lantai," terangnya.
Tak cuma itu, sebut Ridwan, pembangunan Puskesmas CIwaruga ini bakal dijadikan pilot project atau prototipe Puskesmas di Kabupaten Bandung Barat.
"Karena selama ini kan kalau kita lihat Puskemas itu bangunannya kecil, tidak kokoh dan lahannya sempit. Tapi kita akan coba buat megah sekarang dan jadi prototipe ke depannya," sebutnya.
"Tentunya kami juga butuh dukungan dari Komisi IV DPRD KBB untuk mewujudkan impian kami," ucapnya.
Dikatakan Ridwan, pembangunan Puskesmas CIwaruga yang direlokasi memiliki konsep ramah lingkungan atau green building.
"Jadi akan ada di lantai 3 itu rooftop garden, sehingga bentuknya lebih bagus," imbuhnya.
Ridwan menambahkan, terdapat 32 Puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan di Bandung Barat. Sembilan diantaranya tengah dilakukan rehab ringan dan berat.
"Jadi dari 32 Puskesmas, ada banyak Puskesmas dengan persoalan serupa dengan yang di Ciwaruga. Tapi, sembilan Puskesmas diantaranya sedang direhab," tandasnya.
Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha menjelaskan alasan relokasi dilakukan lantaran lahan Puskesmas CIwaruga tersebut tidak representatif, mulai dari kondisi tempat yang sempit, ketiadaan lahan parkir dan beberapa aspek lainnya.
"Lahan yang direlokasi merupakan hibah dari perusahaan untuk Pemkab Bandung Barat, yakni berupa lahan fasos fasum," jelas politisi PKS Bandung Barat ini.
Nur menyebut, pihaknya bakal mendorong dari sisi penganggaran mengingat pewaktuan yang makin mendesak maka pihaknya bertekad untuk mulai melakukan proses pembangunan di akhir tahun 2025.
"Kalau melihat anggaran mungkin akan dibangun lantai bawah dulu, termasuk tembok penahan tanah (TPT) dan Cut and Fill-nya," ucapnya.
Rencananya, lanjut Nur, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan lantai 1 Puskesmas CIwaruga ini sekitar Rp3 miliar. Sementara, untuk lanjutan pembangunan lantai 2 dan 3 direncanakan mulai dilakukan tahun 2026.
"In syaa Allah kami dari Komisi IV sangat mendukung sekali dibangunnya Puskesmas CIwaruga karena memang untuk kepentingan masyarakat dan ditargetkan bisa mulai beroperasi di tahun 2026 juga," ucapnya.
Lebih lanjut Nur menuturkan, relokasi Puskesmas CIwaruga ini merupakan usulan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang didukung Komisi IV.
"Usulan itu kami support karena memang menjadi salah satu program prioritas kebutuhan masyarakat Bandung Barat dan dari sisi geografis ini berbatasan langsung dengan Kota Bandung," tuturnya.***
Editor : JakaPermana


