Batang Bebas Paku Besi: Pohon Sehat Kota Kuat

MERAWAT kota bisa dimulai dari hal sederhana. Salah satunya mencabut paku yang menancap di batang pohon.

Batang Bebas Paku Besi: Pohon Sehat Kota Kuat
CABUT PAKU: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim tampak mencabut paku yang menancap di pohon. Dia menginstruksikan aparatur wilayah dan stakeholder-nya membersihkan pohon dari paku-paku yang menempel. Langkah ini dilakukan untuk menjaga warga dari risiko pohon tumbang dan mempercantik wilayah Kota Bogor.

Oleh : Rizki Mauludi

Pepohonan yang menaungi jalan-jalan Kota Bogor selama ini menjadi peneduh bagi warga. Namun, di balik rindangnya daun, banyak batang pohon menyimpan luka akibat paku yang bertahun-tahun ditancapkan untuk menggantung spanduk, banner, hingga tenda pedagang kaki lima.

Luka-luka itu kini mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menginstruksikan aparatur wilayah bersama berbagai elemen masyarakat untuk mencabut paku-paku yang masih menancap di batang pohon.

Langkah tersebut dilakukan bukan hanya untuk mempercantik wajah kota, tetapi juga menjaga kesehatan pohon dan mengurangi risiko pohon tumbang.

“Ya, saya beberapa waktu lalu menemukan banyak sekali paku di pohon kawasan Jalan Paledang. Bekas pedagang kaki lima menggantungkan tendanya di pohon. Kami sudah bersihkan dan ini bagian dari penataan. Jalan Paledang akan kami tata lebih cantik lagi,” ujar Dedie kepada INILAH, Rabu (5/8).

Menurut Dedie, pemeliharaan pohon memang menjadi tugas Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor. Namun, menjaga ruang hijau tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Karena itu, ia meminta aparatur wilayah mengajak Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta para kader di setiap kelurahan untuk bergotong royong membersihkan pohon-pohon dari paku yang masih menancap.

“Saya tadi juga meminta kelurahan ajak Karang Taruna, LPM dan kader ya. Sekali-sekali mencabut paku-paku yang ada di pohon se-Bogor Raya ini,” katanya.

Dedie mengakui penataan kota tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Karena itu, ia meminta masyarakat bersabar karena proses pembenahan akan terus dilakukan secara bertahap.

“Ya, sekaligus penataan semua, nanti kan namanya juga program ya. Sabar. Yang penting kan ini sekarang beberapa wilayah sudah cantik kan, sudah lebih terang. Nanti kami tata lagi lah,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paku yang menancap di pohon tersebar di berbagai sudut Kota Bogor. Sebagian merupakan bekas tali tenda pedagang kaki lima, sementara lainnya berasal dari pemasangan banner, spanduk, maupun berbagai media promosi yang dipaku langsung ke batang pohon.

Bagi Pemerintah Kota Bogor, mencabut paku bukan sekadar membersihkan batang pohon. Langkah sederhana itu menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi ruang hijau sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pepohonan yang selama ini menjaga kesejukan kota. (gin)


Editor : Inilahkoran