Beda dari Toner, Ini 3 Manfaat dan Efek Samping Astringen untuk Perawatan Kulit
Astringen lebih ampuh daripada toner dan utamanya digunakan untuk menghilangkan minyak berlebih dari kulit.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - astringen lebih ampuh daripada toner dan utamanya digunakan untuk menghilangkan minyak berlebih dari kulit.
astringen sering kali mengandung alkohol atau witch hazel dan ditujukan untuk kulit berminyak atau rentan berjerawat. astringen tidak direkomendasikan untuk perawatan kulit sehari-hari.
Berikut adalah beberapa manfaat astringen, seperti yang ditemukan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam World Journal of Biology Pharmacy and Health Sciences.
1. Mengencangkan pori-pori
Salah satu manfaat terpenting dari astringen adalah potensinya untuk mengencangkan pori-pori, yang memperbaiki tekstur dan tampilan kulit.
astringen memperkecil diameter pori-pori dengan mengencangkan jaringan kulit, sehingga tidak terlalu terlihat. Efek ini menghasilkan warna kulit yang lebih halus dan merata, sehingga kulit tampak lebih halus dan berkilau.
2. Kontrol minyak
Zat astringen berperan penting dalam mengendalikan produksi sebum, sehingga sangat penting bagi mereka yang memiliki kulit berminyak atau kombinasi. Dengan mengendalikan produksi minyak, zat astringen membantu mencegah penumpukan minyak yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan timbulnya jerawat.
3. Mengencangkan kulit
astringen adalah tonik kulit yang kuat yang membantu mengembalikan keseimbangan pH alami kulit dan menghilangkan kontaminan setelah dibersihkan.
Tindakan pengencangan ini tidak hanya menyegarkan kulit tetapi juga mempersiapkannya untuk perawatan kulit tambahan dengan memastikan kemampuan adaptasi maksimal terhadap produk-produk berikutnya. Hasilnya, kulit menjadi segar dan muda kembali.
Apa efek samping dari astringen?
Berikut ini beberapa efek samping astringen, sebagaimana dikemukakan oleh ahli.
1. Kekeringan
Karena kandungan alkoholnya yang tinggi, astringen dapat menghilangkan minyak alami kulit, sehingga menyebabkan kulit kering dan bersisik.
2. Iritasi
Zat astringen yang kuat dapat mengiritasi kulit sensitif, menyebabkan kemerahan dan rasa tidak nyaman.
3. Produksi minyak berlebih
Paradoksnya, menghilangkan minyak pada kulit secara berlebihan dapat memicu kelenjar sebasea untuk memproduksi lebih banyak minyak sebagai mekanisme kompensasi.
Editor : Firda Rachmawati

