Terlihat Kusam, Warga Kabupaten Bandung Soroti Perawatan Tugu Perjuangan Rakyat

Warga Kabupaten Bandung mempertanyakan perawatan dari pemerintah soal Tugu Perjuangan Rakyat yang kini kondisinya memprihatinkan.

Terlihat Kusam, Warga Kabupaten Bandung Soroti Perawatan Tugu Perjuangan Rakyat
Warga Kabupaten Bandung mempertanyakan perawatan dari pemerintah soal Tugu Perjuangan Rakyat yang kini kondisinya memprihatinkan./INILAHKORAN-Dani Rahmat Nugraha

INILAHKORAN.ID- Keberadaan Tugu Perjuangan Soreang yang terletak di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, kini memprihatinkan. Monumen yang menjadi simbol perjuangan masyarakat Soreang di masa kemerdekaan itu terlihat kumuh, kusam, dan tidak terawat.

Pantauan INILAHKORAN.ID pada Senin (2/3/2026), kondisi tugu tampak jauh dari kata layak. Cat pada patung para pejuang terlihat memudar dan kusam. Di beberapa bagian terdapat coretan vandalisme yang mencoreng nilai sejarahnya. Pada bagian bawah monumen, rumput liar tumbuh subur tanpa penataan.

Ironisnya, di bagian depan tugu yang berada tepat di tengah pertigaan Jalan Raya Bandung–Soreang, Soreang–Banjaran, dan Soreang–Ciwidey, area tersebut justru dijadikan tempat pembuangan sampah. Sisa pembakaran sampah masih terlihat berserakan, menambah kesan kumuh di sekitar monumen bersejarah tersebut.

Tak hanya itu, kawasan di depan tugu juga kerap dijadikan terminal bayangan oleh angkutan kota serta area parkir kendaraan milik warga sekitar. kondisi ini membuat citra pusat ibu kota Kabupaten Bandung tampak semrawut.

Salah seorang warga Soreang, Enung Hasanah (56), mengaku kecewa dengan sikap Pemerintah Kabupaten Bandung yang dinilai abai terhadap keberadaan monumen tersebut.

“Ini kan simbol perjuangan masyarakat Soreang. Harusnya dijaga dan dirawat. Jangan cuma bisa membangun tapi tidak bisa memelihara,” kata Enung.

Menurutnya, letak monumen yang berada di pusat ibu kota Kabupaten Bandung membuat kondisi tersebut semakin memprihatinkan. Terlebih, jaraknya hanya sekitar 500 meter dari Kantor Bupati Bandung yang saat ini dipimpin Dadang Supriatna.

“Masak kantor bupati dekat, tapi tugunya dibiarkan seperti ini. Seharusnya jadi perhatian,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rusli (60), warga Soreang lainnya. Ia menilai tugu tersebut merupakan salah satu ikon yang berada di pusat keramaian Soreang. Di sekitar tugu terdapat berbagai fasilitas umum serta area komersial, sehingga menjadi titik acuan lalu lintas di kawasan tersebut.

“Banyak orang menjadikan tugu ini patokan arah. Ini ikon Soreang. Tapi sayangnya pemerintah seperti tidak menghormati simbol perjuangan masyarakat setempat,” kata Rusli.

Diketahui, monumen ini dibangun untuk memperingati peristiwa sejarah perjuangan rakyat Soreang di masa kemerdekaan. Namun, kondisi terkini justru mencerminkan kurangnya perhatian terhadap nilai sejarah dan penghormatan kepada para pejuang.

warga berharap Pemerintah Kabupaten Bandung segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan dan penataan kawasan sekitar tugu. Selain demi menjaga nilai sejarah, juga untuk memperindah wajah ibu kota Kabupaten Bandung agar lebih tertata dan representatif.***


Editor : JakaPermana