Bupati Bandung Dorong Percepatan Gerai Kopdes Merah Putih, Baru 50 Desa Rampung
Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong percepatan pembangunan gerai Kopdes Merah Putih. Dari 280 desa dan kelurahan, baru sekitar 50 gerai rampung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.
Dari total 270 desa dan 10 kelurahan, Dadang menyebut baru sekitar 50 desa yang telah menyelesaikan pembangunan gerai koperasi tersebut.
Hal itu disampaikan Dadang saat meninjau Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Jumat (25/9/2026). Di desa tersebut, Kopdes Merah Putih disebut telah berjalan, tetapi pembangunan gerainya belum rampung.
"Koperasi Desa Merah Putih adalah salah satu program Pak Presiden, program Asta Cita dalam rangka mengembalikan kembali semangat gotong royong. Di Desa Nagrak ini koperasinya sudah berdikari, tinggal gerainya yang belum," kata Dadang.
Menurut Dadang, keberadaan gerai menjadi bagian penting untuk menunjang operasional Kopdes Merah Putih. Karena itu, pemerintah desa diminta segera berkoordinasi agar pembangunan gerai dapat diselesaikan lebih cepat.
Ia juga meminta pemerintah desa mengoptimalkan dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan gerai koperasi.
IPM Kabupaten Bandung Meningkat
Selain pembangunan Kopdes Merah Putih, Dadang menyinggung capaian pembangunan manusia di Kabupaten Bandung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung pada 2025 mencapai 75,58 atau meningkat 0,99 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh dimensi pembentuk IPM, meliputi kesehatan, pendidikan dan standar hidup layak.
Di sektor kesehatan, umur harapan hidup saat lahir di Kabupaten Bandung pada 2025 mencapai 75,70 tahun.
"Kalau kita bicara peningkatan IPM, ada tiga indikator yang menjadi perhatian, yaitu kesehatan, daya beli dan pendidikan. Ini harus terus kita tingkatkan melalui program-program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Dadang mengatakan, peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satunya melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Selama periode pertama kepemimpinannya, sekitar 32.000 unit Rutilahu disebut telah diperbaiki. Namun, masih terdapat sekitar 45.471 unit rumah yang membutuhkan penanganan.
"Pola hidup sehat juga dipengaruhi lingkungan, salah satunya sarana rumah. Maka sekarang ada program Rutilahu. Ini salah satu terobosan pemerintah daerah untuk mendukung pola hidup sehat masyarakat," katanya.
Khusus di Desa Nagrak, masih terdapat sekitar 510 unit rumah tidak layak huni. Dadang mendorong kebutuhan tersebut terus diupayakan melalui berbagai sumber pembiayaan, termasuk program aspirasi.
Layanan Kesehatan hingga Pelosok
Di bidang kesehatan, Dadang menyebut Pemkab Bandung telah membangun enam rumah sakit selama masa kepemimpinannya. Penguatan layanan kesehatan di tingkat puskesmas juga terus dilakukan.
Ia meminta pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diperluas agar menjangkau masyarakat hingga pelosok, termasuk melalui pelayanan kesehatan keliling.
Menurut Dadang, pembangunan manusia tidak cukup hanya diukur dari kesehatan fisik. Kesehatan mental, spiritual, sosial hingga kondisi finansial masyarakat juga perlu mendapat perhatian.
Karena itu, Pemkab Bandung menjalankan sejumlah program yang menyasar berbagai aspek tersebut, mulai dari insentif guru ngaji, Beasiswa Ti Bupati (BESTI), pemberdayaan pemuda hingga program ketahanan pangan.
"Intinya, pemerintah harus hadir melalui kebijakan dan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan program-program ini terus berlanjut dan manfaatnya bisa dirasakan warga masyarakat," katanya.
Editor : Ahmad Sayuti

