Begini Respon Bey Machmudin, Usai Tahu KAI Dukung Penuh KRL Bandung Raya
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyambut baik, usai mengetahui bahwa PT KAI mendukung penuh pembangunan KRL Bandung Raya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyambut baik, usai mengetahui bahwa PT KAI mendukung penuh pembangunan KRL Bandung Raya.
Dimana ini nantinya akan selaras dengan keinginan Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi, yang fokus pada pembangunan infrastruktur, khususnya untuk elektrifikasi.
"Pak Gubernur terpilih itu kan fokusnya tahun ini itu jalan, elektrifikasi listrik rumah dan ruang kelas baru. Nanti kalau sudah selesai ini, beliau akan ke transportasi Bandung Raya dan Kalau anggarannya di Kemenhub tidak ada atau bisa sharing, sepertinya Pemprov akan mengupayakan," ujar Bey Machmudin baru-baru ini.
Apalagi sebelumnya dia mengaku memang telah meminta agar Dedi Mulyadi, untuk merealisasikan wacana KRL atau commuter line Bandung Raya.
"Saya bilang Pak (Dedi) ini harus jadi, KRL commuter line dan beliau setuju dan saya terimakasih. Itu yang harus dilakukan oleh Bandung Raya agar kemacetan tuntas," ucap Bey.
"Saya yakin kalau KRL dengan interval waktu seperti di Jakarta banyak penumpang dari Padalarang ke Cicalengka, dan itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa maupun mereka yang kerja di Bandung," imbuhnya.
Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, pihaknya siap mewujudkan mimpi besar tersebut. Paling penting dalam proyek KRL ini kata dia, yaitu kesiapan infrastruktur elektrifikasinya.
Sehingga, pihaknya akan terlebih dahulu menunggu arahan dari kementerian atau pihak terkait dalam hal infrastruktur tersebut.
"KRL itu kan ada L-nya kan, listrik itu infrastruktur. Nah, program pemerintah sebetulnya ini sudah tertunda-tunda ya. Nanti kita ingin dengarkan nanti dari Menteri Perhubungan dan Dirjen KA ya," kata dia.
Bila nantinya infrastruktur elektrifikasi bisa terpenuhi dalam waktu dekat ini, PT KAI dikatakannya, akan mudah dalam menghadirkan kereta KRL-nya. Mengingat hal ini pernah dilakukan sebelumnya di beberapa daerah lain seperti di Solo.
"Harapannya dari Pak Pj ini kan sudah dari tahun lalu kan. Moga-moga tahun ini ya. Iya. Kalau listriknya tersedia, kita akan bawa ke KRL ke sini. Keretanya sudah ada. Jadi nanti kita siapkan," sambungnya.
Berdasarkan pengalaman PT KAI di Solo, mulanya memang sedikit penumpang yang menaiki kereta tersebut. Namun, berjalannya waktu terus bertambah.
"Jadi, 2021 kereta rel listrik kita proyeksikan di Jogja-Solo. Awalnya penumpang cuma 3 ribu 50 ribu. Tapi satu tahun sudah meningkat Kalau ini nanti di sini terjadi juga, itu kan fenomena. Nah, untuk mengangkat perekonomian yang ada di Jawa Barat ini," tuturnya.
Sisi lain, Didiek turut menyambut baik rencana dari pemerintah provinsi dan pusat itu. Ia memastikan, PT KAI sebagai penyedia sarana akan memenuhi hadirnya KRL Bandung Raya itu. Di sisi lain, rencana ini juga sudah dikaji.
"Jadi itu ya. Kami menyambut baik ya apapun yang nanti akan dibangun oleh pemerintah. Kami menyiapkan sarana. Karena kami itu badan penyelenggara sarana. Artinya kajiannya nanti akan diserahkan juga ke Kemenhub ya, Kajiannya itu sudah ada," kata dia.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi memiliki keinginan untuk mewujudkan cita-cita Bey Machmudin yakni membuat Kereta Rel Listrik Bandung Raya. Ia merasa optimis hal ini akan diwujudkan dalam beberapa tahun mendatang.
"Cita-cita Pak Bey 2026 akan dieksekusi," ucapnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

