Begini Respon DPRD Jabar Soal Penataan Ulang Plaza Depan Gedung Sate
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan turut angkat bicara terkait adanya penataan ulang plaza depan Gedung Sate dengan anggaran Rp15,8 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan turut angkat bicara terkait adanya penataan ulang plaza depan Gedung Sate, yang menelan anggaran Rp15,8 miliar dari APBD 2026.
Di mana penataan ulang plaza depan Gedung Sate ini disinyalir merupakan tindak lanjut gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang ingin menjadikan halaman depan Gedung Sate sebagai pusat kegiatan upacara 17 Agustus, sekaligus menghubungkannya secara visual dan fungsi dengan Lapangan Gasibu.
Iwan mengatakan, kepala daerah memiliki kebijakan masing-masing, dalam menentukan tempat sesuai keinginan mereka.
"Kita menghormati kebijakan atau langkah yang dilakukan oleh gubernur. Ini kan masalah selera," ujar Iwan saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Minggu (12/4/2026).
Meski demikian, Iwan tetap mengingatkan mengenai efektivitas dan efisiensi, di balik penataan plaza depan Gedung Sate ini.
"Kemudian juga memerhatikan aturan, terkait dengan pemakaian jalan, penetapan bangunan dan sebagainya. Saya rasa kita yang melakukan kebijakan, pasti harus memerhatikan itu juga," ucapnya.
Seperti diketahui, dalam satu pekan terakhir, area plaza depan Kantor Gubernur Jawa Barat di Kota Bandung ini tampak dibongkar. Taman digunduli dan lantai batu diangkat. Proyek ini diduga kuat merupakan tindak lanjut gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan, detail proyek tersebut masih dalam tahap pengecekan internal. Ia menyebut, pemerintah provinsi akan memastikan seluruh proses berjalan transparan.
"Nanti kami akan informasikan, saya akan cek-cek dulu desain dan sebagainya. Yang jelas ini adalah arahan Pak Gubernur ya dan tentu berdasarkan kajian teknokratis. Untuk apa? Ya untuk memberikan manfaat yang jauh lebih besar," ujar Herman saat ditemui di Gedung Merdeka, Jumat (10/4/2026) lalu.
Ia menambahkan, pihaknya akan mengulas ulang seluruh aspek perencanaan sebelum menyampaikan ke publik, termasuk waktu pelaksanaan dan bentuk akhir penataan.
"Nanti saya cek-ricek dulu detailnya. Nanti kami informasikan, kapan waktunya, seperti apa bentuknya dan sebagainya. Dan Pak Gubernur meminta kami transparan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Biro Umum Setda Jabar Sekarwati selaku penanggung jawab proyek belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini diturunkan.
Gagasan penataan ini disinyalir berakar dari keinginan Dedi Mulyadi untuk menggeser pusat upacara Hari Kemerdekaan dari Lapangan Gasibu ke halaman depan Gedung Sate.
"Oh iya dan kemudian juga ke depan saya punya rencana, dan berharap ke depan itu upacara kemerdekaan pengen di sini (depan Gedung Sate)," ujar Dedi usai upacara HUT ke-80 RI, 17 Agustus 2025 silam.
Menurutnya, selama ini terjadi keterpisahan visual antara Lapangan Gasibu dan Gedung Sate. Bahkan, ia menyoroti latar belakang upacara yang justru didominasi bangunan komersial di sekitarnya.
"Saya lihat hari ini kok terpisah banget antara Gasibu dan Gedung Satenya misah. Tapi Gedung Satenya tidak menjadi sentral dari upacara. Bahkan begitu bendera di atas berkibar, di samping benderanya Hotel Pullman, Itu kan penting," katanya.
Dedi menegaskan, kondisi tersebut harus dikoreksi agar Gedung Sate kembali menjadi simbol utama dalam seremoni kenegaraan di Jawa Barat.
Berdasarkan data SiRUP Pemprov Jawa Barat, proyek penataan plaza depan Gedung Sate menghabiskan anggaran total Rp15,82 miliar dari APBD 2026.
Rinciannya, pekerjaan fisik (e-purchasing) sebesar Rp15,037 miliar, jasa konsultasi perencanaan senilai Rp321,3 juta dan jasa konsultasi pengawasan Rp464,3 juta. Total keseluruhan mencapai Rp15,82 miliar.***
Editor : JakaPermana

