Begini Respons Bupati Garut Soal Taksi Online Antar Jenazah
Bupati Garut Rudy Gunawan ikut menangani kisah Yuni, sopir taksi online yang mau mengantar jenazah karena alasan biaya ambulans yang cukup tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Bupati Garut Rudy Gunawan ikut menangani kisah Yuni, sopir taksi online yang mau mengantar jenazah karena alasan biaya ambulans yang cukup tinggi.
Rudy menjelaskan, pada dasarnya Pemkab Garut sudah menyediakan ambulans gratis. Memang tidak seharusnya, jenazah diantar menggunakan taksi online.
"Biaya ambulans itu gratis. Tapi kenapa pilih pakai jasa Grab," katanya di Kantor Bupati Garut, Rabu (8/5/2019).
Ia menjelaskan, layanan ambulans gratis sudah disiapkan Pemkab untuk mengantar masyarakat yang sakit atau meninggal dunia. Semua fasilitas itu tak dipungut biaya.
Saat disinggung adanya tarif yang dipatok untuk mengangkut jenazah, Rudy menyayangkan. Ia mengaku sudah menginstruksikan untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.
"Harus lebih ditingkatkan pelayanannya. Jangan sampai malah pilih jasa online," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Sebuah kisah yang dianggap heroik sekaligus miris terjadi di Garut. Dengan alasan mahalnya biaya ambulans, seorang sopir taksi online bersedia mengantar jenazah.
Yang lebih menarik lagi adalah, sopir taksi online itu adalah seorang perempuan bernama Yuni. Yuni menerima orderan mengantar jenazah dari RSUD dr Slamet, Garut ke Kecamatan Banjarwangi.
Kejadian ini sontak viral di Media Sosial. Salah satunya oleh akun Facebook Liputan Garut.
Pemesan taksi online menyebut jika biaya pengantaran jenazah menggunakan ambulans cukup mahal. Akhirnya pihak keluarga memilih memesan mobil menggunakan aplikasi taksi online. (inilah.com)
Editor : JakaPermana

