Bejat! Seminggu Sebelum Menikah, Pengurus Yayasan di Cihampelas Cabuli Anak Asuhnya
Polisi mengungkap fakta lain kasus pencabulan di panti asuhan di Cihampelas. Ternyata, peristiwa terjadi seminggu sebelum korban menikah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah – Polisi mengungkap fakta lain kasus pencabulan di panti asuhan di Cihampelas. Ternyata, peristiwa terjadi seminggu sebelum korban menikah.
Kasus pelecehan seksual yang terjadi di salah satu yayasan di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berhasil terungkap berdasarkan informasi dari tukang kebun yayasan.
Kapolsek Cililin AKP Deni Nurcahyadi membenarkan adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan salah seorang pengurus yayasan yang berlokasi di Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kendati demikian, kata dia, korban tidak pernah melakukan pelaporan.
Baca Juga: Culas...Nggak Mau Ribet, Terduga Pecabul Panti Asuhan Cihampelas Mau Nikahkan Korban dengan Bawahan
"Korban sekarang sudah menikah, bahkan suaminya pun mengetahui peristiwa pencabulan dan menerima sang istri, bahkan keluarganya harmonis," katanya.
Ia menyebut, kejadian tersebut terjadi pada bulan Maret 2020 seminggu sebelum korban menikah.
"Pelaku adalah pengasuh. Sekarang diduga pelaku sudah dikeluarkan beserta keluarga dari panti asuhan," sebutnya.
Baca Juga: Ternyata...Kasus Dugaan Pencabulan di Panti Asuhan di Cihampelas Terbongkar Gara-gara Ini
Ia menjelaskan, pelaku diketahui atas nama DD (42) melakukan tindakan pencabulan di yayasan tersebut sebanyak dua kali.
"Sampai saat ini baru satu kasus yang ditemukan dan kita sudah amankan pelaku serta lakukan interogasi terhadap semua pihak," jelasnya.
Dugaan pelecehan tersebut terungkap usai salah seorang tukang kebun yang menerima curhatan dari salah korban yang mengaku mendapat perlakuan tak senonoh dari salah satu pengurus yayasan.
Wakil Ketua KPAI Kabupaten Bandung Barat, Prihatin Mulyati mengatakan, pihaknya mendapat laporan awal dari pemilik yayasan yang melapor ke KPAI KBB.
Baca Juga: Geger Aksi Pencabulan di Panti Asuhan Cihampelas Bandung Barat, Korban Sampai Ingin Bunuh Diri
“Alhamdulillah, laporan tersebut mendapat respon positif dari pihak kepolisian, desa dan saksi,” katanya saat dihubungi, Senin 20 Desember 2021.
Diketahui, aksi pencabulan itu dilakukan salah seorang pengurus panti asuhan di Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.
Bahkan diketahui, buntut aksi pencabulan pengurus panti asuhan itu membuat salah seorang korban trauma dan hendak bunuh diri.
Baca Juga: Duh...Aksi Pencabulan Makin Marak, Kali Ini Diduga Terjadi di Panti Asuhan di Cihampelas
Aksi pencabulan diungkap Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) KBB yang menerima laporan dari ketua pembina yayasan di Cihampelas KBB tersebut.
Dari laporan tersebut KPAI KBB langsung melakukan penelusuran. Diketahui dua perempuan penghuni panti yang masih di bawah umur menjadi korban.
”Minggu kemarin kami menerima laporannya, dan langsung berkoordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) serta pihak kecamatan untuk meminta keterangan dari ketua yayasan sebagai pihak pelapor," kata Prihatin Mulyati. (agus sn)
Editor : inilahkoran

