Belajar Siaga Hadapi Bencana
BENCANA bisa datang tanpa aba-aba. Karena itu, kesiapan menyelamatkan diri perlu dilatih sejak dari sekolah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Suasana sekolah tak selalu hanya dipenuhi suara guru dan riuh siswa. Ada satu pelajaran lain yang tak tercantum dalam buku paket, tetapi bisa menentukan keselamatan ketika keadaan berubah dalam hitungan detik: bagaimana menyelamatkan diri saat bencana datang.
Pelajaran itu diberikan kepada 1.055 siswa SMP Negeri 6 Kota Tangerang melalui program Sekolah Aman Bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Selasa.
Para siswa tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan tentang kebencanaan. Mereka diajak mengenali jalur evakuasi, mengetahui titik kumpul, hingga mempraktikkan langkah penyelamatan diri melalui simulasi.
Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan latihan tersebut menjadi penting agar kepanikan tidak mengambil alih ketika situasi darurat benar-benar terjadi.
“Melalui program Sekolah Aman Bencana ini, kami ingin memastikan para siswa dan tenaga pendidik tidak panik saat menghadapi situasi darurat,” kata Mahdiar, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (11/8).
Bagi anak-anak yang setiap hari menghabiskan sebagian waktunya di sekolah, kemampuan mengenali jalan keluar dan mengetahui tempat berkumpul bukan sekadar pengetahuan tambahan. Dalam keadaan darurat, beberapa detik dapat menentukan banyak hal.
Karena itu, edukasi tidak berhenti pada teori. Siswa dilatih secara langsung melalui simulasi evakuasi mandiri agar tubuh dan pikiran terbiasa merespons keadaan darurat.
BPBD Kota Tangerang menjadikan lingkungan pendidikan sebagai salah satu sasaran penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.
Sekolah dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi tempat berkumpulnya banyak anak dan tenaga pendidik setiap hari. Ketika mereka memahami apa yang harus dilakukan, risiko kepanikan dapat ditekan.
Mahdiar menyebut pembelajaran kebencanaan sejak dini juga diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah.
“Pembentukan karakter tangguh bencana pada generasi muda diharapkan dapat ditularkan kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Pengetahuan yang diperoleh seorang siswa dapat dibawa pulang. Dari sana, pembicaraan tentang jalur evakuasi, titik aman, hingga cara menyelamatkan diri dapat berlanjut bersama keluarga.
Dengan begitu, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga salah satu titik awal membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi bencana.
Program Sekolah Aman Bencana di SMP Negeri 6 Kota Tangerang diisi dengan Sosialisasi, Informasi dan Edukasi (SIE) rawan bencana.
Para siswa diperkenalkan pada potensi ancaman di sekitar mereka sekaligus diajak memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika situasi darurat terjadi.
BPBD Kota Tangerang tidak ingin kegiatan tersebut berhenti sebagai satu kali simulasi. Program serupa direncanakan terus diperluas ke sekolah-sekolah lain di seluruh wilayah Kota Tangerang. (gin)
Editor : Inilahkoran

