Belgia 0-1 Prancis: Murni Emosi
ZINEDINE Zidane tak mampu menahan emosinya ketika Michael Olise mencetak gol semata wayang ke gawang Belgia.Sang pelatih menendang bola keraskeras
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Malam di King Baudouin Stadium, Brussels, hampir saja berakhir dengan rasa frustrasi bagi Prancis.Selama 87 menit, kepungan armada Les Bleus selalu membentur tembok kokoh Belgia.
Di pinggir lapangan, ketegangan begitu kentara di wajah sang arsitek baru, Zinedine Zidane.
Tekanan, ekspektasi, dan rasa penasaran bercampur menjadi satu, menunggu sebuah keajaiban yang tak kunjung datang.
Hingga akhirnya, menit ke-88 mengubah segalanya.
Melalui sebuah aksi individu memukau (solo run) yang membelah pertahanan lawan, Michael Olise melepaskan tembakan yang mengoyak jala Belgia. Gol! Stadion bergemuruh, dan seketika itu juga, topeng ketenangan Zidane runtuh.
Sang legenda, yang biasanya tampil elegan dan berkepala dingin, kehilangan kendali atas emosinya. Seperti kembali ke masa jayanya sebagai pemain, Zidane berlari kencang di garis tepi lapangan.
Begitu melihat bola liar di dekatnya, ia meluapkan seluruh beban di pundaknya dengan satu tendangan keras menggunakan kaki kanan ke arah udara.
Itu bukan sekadar perayaan gol biasa. Itu adalah ledakan emosi seorang pelatih yang baru saja lolos dari lubang jarum.
“Jujur saja, itu murni emosi,” ungkap Zidane dengan napas yang masih memburu saat diwawancarai oleh Canal+ usai laga.
“Saat Anda mencetak gol di menit-menit akhir, terutama melawan tim setangguh Belgia, Anda tidak akan bisa tenang.” Bagi Zidane, momen magis dari Olise bukan hanya sekadar penentu tiga poin, melainkan sebuah katarsis.
“Anda merasakan semuanya sekaligus— ketegangan yang menumpuk, tekanan yang menghimpit, kelegaan yang luar biasa, dan akhirnya kegembiraan yang meledak,” lanjutnya secara terbuka, menggambarkan betapa manusianya seorang pelatih di bawah tekanan kompetisi sebesar UEFA Nations League.
Berkat gol dramatis Olise dan “tendangan merdeka” dari Zidane, Prancis sukses pulang dengan senyuman lebar.
Kemenangan tipis 1-0 ini tidak hanya mengamankan poin penuh, tetapi juga mengantar Les Bleus bertengger kokoh di puncak klasemen Grup A dengan menyapu bersih 6 poin dari dua laga awal.
Pujian Khusus Sementara itu, Zidane memuji khusus dua pemainnya Olise dan Rayan Cherki.
Olise cetak gol kemenangan atas Belgia, bikin Zidane kegirangan sampai menyepak bola.
“Memiliki pemain seperti Olise adalah aset yang sangat berharga.
Anda bisa langsung tahu kapan pun dia akan mencetak gol,” pujinya.
Untuk Rayan Cherki, Zidane kesengsem sama skill si pemain. Zidane mengaku, kalau masih bermain di lapangan dirinya mau main bareng sama Cherki.
“Saya mau bermain bersamanya di lapangan.
Yang emanrik bagi saya adalah dia mampu menerima bola di antara lini lawan dan dia melepaskan operan-operan luar biasa. Dua atau tiga kali, saat dia bermain secara vertikal, dampaknya bisa langsung terasa efektif,” paparnya. (bsf)
DATA FAKTA | Waktu: Selasa (29/9) ; Kick Off Pukul 01.45 WIB | Tempat: Kong Baudouin Stadium, Brusel | Wasit: R Obrenovic | Man of the Match: Michael Olise Pencetak Gol: Belgia (-) ; Prancis (M Olise 88’) | Kartu Kuning: Belgia (Moreira, De Bruyne, Tielemans) ; Prancis (-) | Kartu Merah:
BELGIA: Senne Lammens; TomothyCastagne; Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Joaquin Seys; Romeo Lavia, Youri Tielemans; Diego Moreira, Kevin de Bruyne, Mika Godts; Carles De Ketelaere.
PRANCIS: Mike Maignan; Andy Diouf, Max Lacroix, Jeremy Jacquet, Pierre Kalulu; Lucas Da Cunha, Eduardo Camavinga, Maghnes Akliouche; Bradley Barcola, Eseteban Lepaul, Desire Doue.
Editor : Inilahkoran

