Belum Ada Respon Setelah Artisnya jadi Korban Video Porno Deepfake, SM dan HYBE Dikritik
SM dan HYBE dikritik netizen dan penggemar karena belum ambil tindakan tegas setelah idola K-Pop wanita mereka jadi korban deepfake.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini, beberapa agensi telah mengambil tindakan hukum tegas setelah Idola K-Pop mereka jadi Korban video porno Deepfake.
Sebuah topik berjudul 'Agensi K-Pop yang mengumumkan bahwa mereka akan menanggapi masalah Deepfake' dipublikasikan di forum Korea 'theqoo', menarik lebih dari 40.000 tampilan hanya dalam beberapa jam.
Sebelumnya, terungkap bahwa 53% Korban video porno Deepfake di seluruh dunia adalah selebriti Wanita Korea.
Lebih dari 200 Idola K-Pop Wanita telah jadi korbannya dan menimbulkan kesedihan besar di kalangan penggemar dan masyarakat Korea.
Menurut topik yang disebutkan di atas, berbagai agensi K-Pop telah mengumumkan tindakan hukum terhadap Deepfake, termasuk JYP, YG, ModHaus, FCENM, ATRP, Cube dan lain-lain.
Namun, meskipun menjadi pemain papan atas di industri ini, SM dan HYBE belum membuat pengumuman untuk melindungi artis mereka dari kejahatan Deepfake.
Meskipun penggemar menyuarakan tuntutan mereka untuk tindakan segera. Ketidakaktifan SM dan HYBE juga membuat marah banyak netizen umum.
"Apakah SM benar-benar berfungsi??? Apakah mereka sudah dapat mulai bekerja?"
"Deepfake itu serius, tapi perusahaan besar seperti SM dan HYBE sangat lambat," "Semua lembaga harus mengambil tindakan tegas terhadap hal ini."
"Mari kita bersikap tanpa toleransi, baik mereka yang masih di bawah umur maupun yang sudah dewasa. Tolong tangkap pelakunya."
"SM, HYBE, dan Starship, tidak bisakah kalian mulai bekerja?," "Apa yang kalian lakukan, SM dan HYBE?".***
Editor : Irma Nurfajri


