Beras Fortifikasi Ditarik dari Pasaran Cirebon, Kandungan Nutrisi Tak Sesuai Label
DKP3 Kota Cirebon memastikan beras fortifikasi telah ditarik setelah hasil pengujian menemukan kandungan nutrisi tidak sesuai dengan label kemasan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon memastikan Beras Fortifikasi telah ditarik dari peredaran setelah hasil pengujian menunjukkan kandungan nutrisi produk tidak sesuai dengan informasi yang tercantum pada kemasan.
Kepala DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan, produk tersebut kini sudah tidak ditemukan di pasaran, khususnya di wilayah Kota Cirebon.
“Memang betul, Beras Fortifikasi ini sudah hilang dari pasaran, khususnya di Kota Cirebon,” kata Elmi, Selasa (22/9/2026).
Kepastian tersebut diperoleh setelah DKP3 Kota Cirebon bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, Satgas Pangan, serta unsur pemerintah daerah melakukan pemantauan Pangan pada 18 September 2026.
Elmi menjelaskan, Beras Fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan sejumlah zat gizi, seperti vitamin B1, vitamin B2, zat besi, kalsium, protein, serta berbagai nutrisi lainnya.
Produk tersebut pada dasarnya ditujukan untuk membantu meningkatkan asupan nutrisi masyarakat melalui Pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
Namun, berdasarkan hasil pengujian, kandungan nutrisi dalam Beras Fortifikasi tersebut tidak sesuai dengan informasi yang tercantum pada kemasan.
“Di kemasannya tertulis mengandung vitamin B1, B2, zat besi, kalsium dan lainnya. Tetapi ketika diuji, kandungannya tidak sesuai dengan yang tertera. Makanya ditarik dari peredaran,” ujarnya.
Menurut Elmi, Beras Fortifikasi tersebut sebelumnya telah mengantongi izin. Namun, temuan ketidaksesuaian kandungan nutrisi menjadi dasar dilakukannya penarikan produk dari pasaran.
Elmi juga memastikan Beras Fortifikasi yang ditarik tersebut bukan produk yang diproduksi di Kota Cirebon. Produk tersebut berasal dari luar daerah dan sebelumnya masuk ke Kota Cirebon melalui rantai perdagangan.
“Tidak ada yang diproduksi di Kota Cirebon. Produksinya hanya ada di kota-kota besar,” tegasnya.
DKP3 Kota Cirebon, lanjut Elmi, akan terus melakukan pengawasan terhadap peredaran Pangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan produk yang beredar memenuhi ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat.
“Pengawasan Pangan akan terus kami lakukan untuk memastikan produk yang tidak memenuhi ketentuan tidak kembali beredar di Kota Cirebon,” pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

