Berburu Jejak Pelaku

Gambaran tentang pelaku pembunuhan satpam di Waduk Jatiluhur masih samar. Polisi terus mencari bukti-bukti serta mendalami keterangan para saksi.

Berburu Jejak Pelaku
PENCARIAN: Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian terhadap pria berinisial S yang dilaporkan tenggelam di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (22/7). Jasad kemudian ditemukan mengambang dengan tangan terborgol.

Oleh : Cesar Yudistira

Polda Jawa Barat masih mendalami kasus S, satpam yang ditemukan tewas dalam kondisi tangan terborgol dengan jasad mengambang di Waduk Jatiluhur, Jumat (24/7) lalu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan korban telah dievakuasi dan diautopsi.

Berdasarkan hasil sementara, korban dipastikan telah meninggal dunia dan polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab dan pelaku di balik peristiwa tersebut.

“Korban sudah kita amankan dan kita evakuasi. Informasi terakhir yang kami dapatkan setelah autopsi, hasilnya menyatakan yang bersangkutan telah meninggal dunia. Saat ini kami masih dalam proses penyelidikan,” kata Hendra, Senin (27/7).

Hendra mengungkapkan, hingga kini Polres Purwakarta telah memeriksa sekitar 11 orang saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk menggali informasi terkait kondisi sebelum hingga setelah kejadian.

Selain itu, polisi juga telah mengamankan dan memeriksa sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diharapkan dapat membantu mengungkap rangkaian peristiwa.

“Sudah kurang lebih 11 saksi yang diperiksa oleh Polres Purwakarta. Tujuannya untuk mencari keterangan sebelum kejadian maupun pascakejadian. Kami juga sudah mendapatkan beberapa rekaman CCTV yang sedang kami periksa. Kami butuh waktu untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya.

Terkait beredarnya informasi di media sosial yang mengaitkan kematian korban dengan kelompok geng motor, Hendra menegaskan polisi masih mendalami seluruh informasi tersebut.

Menurutnya, penyidik mengedepankan asas praduga tak bersalah dan belum dapat menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu.

“Di media sosial ada beberapa postingan yang mengaitkan dengan kelompok pengendara sepeda motor atau geng motor. Itu masih kami dalami. Kami tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah sebelum ada bukti permulaan yang cukup kuat untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka,” jelasnya.

Hendra menambahkan, hasil lengkap autopsi akan disampaikan oleh Kapolres Purwakarta. Sementara itu, dugaan bahwa korban sempat menegur kelompok geng motor hingga berujung pada peristiwa tersebut juga masih dalam tahap penyelidikan.

“Apabila nanti ada korelasi dari hasil pemeriksaan saksi maupun alat bukti lainnya, tentu akan kami sampaikan kepada publik,” ucapnya.

Polda Jabar meminta masyarakat dan media bersabar menunggu hasil penyelidikan. Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh.

Dampingi Keluarga Sementara itu, Perum Jasa Tirta II (PJT II) memberi pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum.

“Kami ingin memastikan keluarga almarhum tidak menghadapi cobaan ini sendirian. Pendampingan yang kami berikan bukan hanya untuk memenuhi kewajiban perusahaan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum kepada Perum Jasa Tirta II,” ujar Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Imam Santoso, Senin (27/7).

Pendampingan tersebut diwujudkan melalui pemberian santunan, pemenuhan seluruh hak kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku, serta jaminan keberlangsungan pendidikan bagi kedua putra-putri almarhum hingga menyelesaikan pendidikannya.

Sebagai bentuk kepedulian jangka panjang terhadap keberlangsungan keluarga yang ditinggalkan, Direksi PJT II juga memberikan kesempatan kepada putra sulung almarhum untuk bergabung dan berkarya di Perum Jasa Tirta II.

Kesempatan tersebut akan diberikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sesuai dengan ketentuan serta kebutuhan perusahaan.

Direksi dan manajemen menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban sekaligus mendukung penuh proses penyelidikan yang sedang dilakukan aparat penegak hukum.

Imam menyampaikan bahwa perusahaan menaruh perhatian penuh terhadap penanganan peristiwa tersebut, baik dari sisi kemanusiaan maupun dukungan terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.

“Peristiwa ini merupakan duka yang sangat mendalam bagi keluarga besar Perum Jasa Tirta II. Kami kehilangan salah satu insan perusahaan yang selama ini telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi,” kata Imam.

Prioritas perusahaan saat ini menurut dia, adalah memastikan keluarga almarhum memperoleh pendampingan yang layak serta memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum dalam mengungkap fakta di balik peristiwa ini.

“Kami berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara profesional sehingga memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi keluarga korban,” ujarnya. (bsf)


Editor : Inilahkoran