Berikan Hiburan untuk Warga, Seniman Asal Cimahi Sulap Dinding Kusam Jadi Karya Lukis Indah

Seniman memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan berbagai hal melalui karya, baik itu melalui musik, tarian, termasuk juga melalui lukisan.

Berikan Hiburan untuk Warga, Seniman Asal Cimahi Sulap Dinding Kusam Jadi Karya Lukis Indah
Seniman memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan berbagai hal melalui karya, baik itu melalui musik, tarian, termasuk juga melalui lukisan./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, cimahi - seniman memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan berbagai hal melalui karya, baik itu melalui musik, tarian, termasuk juga melalui lukisan.

Setiap karya yang diciptakan para seniman tersebut kerap kali merupakan bentuk luapan dari ide, gagasan, kritikan hingga emosi yang dikemas dalam sebuah maha karya yang indah.

Hal itu pun yang terlihat dalam deretan lukisan yang tertuang dipermukaan dinding gang yang berlokasi di Kampung Hujung Kulon RT 08/ 05, Kelurahan Utama, Kecamatan cimahi Selatan, Kota cimahi.

dinding polos dan kusam sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut disulap menjadi media dengan berbagai lukisan yang merupakan luapan dari sang seniman.

Tak jarang, siapapun yang melihat lukisan tersebut akan tertarik untuk melihat lukisan demi lukisan yang ada pada dinding tersebut.

karya seni lukis tersebut merupakan buah tangan Imam Wahyudi (51) warga setempat yang secara sukarela menuangkan karya-karya indahnya melalui media dinding.

Imam dibantu sejumlah warga lainnya sengaja memberikan sentuhan pada dinding yang memiliki panjang sekitar 300 meter untuk sedikit memberikan hiburan bagi warga sekitar, para pelajar yang lalu lalang, termasuk memfasilitasi ibu-ibu yang gemar berswafoto.

seniman lukis yang telah berkarya sejak 25 tahun ini mengungkapkan, lukisan dinding tersebut mengusung tema 'Menjelang Terbenamnya Mentari, Menanti Fajar Esok Hari'.

"lukisan ini dibuat untuk memperindah lingkungan tempat tinggalnya. Termasuk, menjadi ajang hiburan bagi warga sekitar,"  kata Imam saat ditemui, Minggu 4 September 2022.

Kendati demikian, ia mengaku, karya seni lukisnya dibuat hanya dengan menggunakan alat dan bahan sederhana. Bahkan, hanya bermodalkan swadaya dari masyarakat.

"karya lukis ini dibuat dari anggaran pribadi dan swadaya masyarakat, khususnya warga RT 08," ujarnya.

Ia mengaku, selama ini belum ada bantuan yang mendukung karya-karyanya baik dari pemerintah setempat, maupun Pemerintah Kota (Pemkot) cimahi.

"Bantuan dari pemerintah, mungkin belum ya. Bahkan, lukisan dinding ini juga hanya menggunakan cat tembok dari kantong pribadi dibantu warga setempat," ujarnya.

Namun, sambung dia, hal tersebut bukan menjadi beban bagi dirinya untuk terus menyuguhkan karya-karyanya. Menurutnya, hasil karya lukisannya pun sangat menjanjikan lantaran dirinya kerap mendapat pesanan dari pelbagai pihak.

"Saya tidak melukis pada media dinding saja, namun pada media atau bidang lain, seperti airbrush otomotif, pilar dan juga plafon," sebutnya.

Ia menuturkan, perjalanan hidup yang mengarahkan dirinya untuk terjun di dunia seni lukis membuat karya-karya lukisnya tak terhitung jumlahnya.

"karya seni yang saya buat sudah tak terhitung lagi jumlahnya dan berbeda dengan lukisan lainnya, seni lukis saya ini lebih ke lukisan 3D," tuturnya. 

Tak hanya itu, kata dia, karya seni lukis dinding yang dibuat tangan dinginnya itu juga mendapat apresiasi dari Wali Kota cimahi Ngatiyana.

"Pak Wali datang ke sini dan sangat menghargai. Bahkan, antusias terhadap karya lukis yang mengusung kepedulian terhadap lingkungan ini," bebernya.

Rencananya, tambah dia, ke depan kalau ada dukungan baik dari pemerintah setempat maupun pemerintah kota, termasuk perusahaan yang memproduksi cat, dirinya ingin membuat spot selfie, seperti pada dinding sekolah dan perkantoran.

"Saya harap pemerintah bisa lebih peka terhadap pegiat seni pada umumnya, dan khususnya saya agar bisa melanjutkan karya-karya saya yang sempat terhenti karena kurangnya dukungan," tandasnya. *** (agus satia negara)***


Editor : JakaPermana