Berkah Ramadhan, Pesanan Kolang-kaling di Kampung Cingoyar KBB Meningkat

Berkah Ramdhan dirasakan warga Kampung Cingoyar Sindangkerta KBB lantaran kolang-kaling hasiil panennya diminati pelanggan

Berkah Ramadhan, Pesanan Kolang-kaling di Kampung Cingoyar KBB Meningkat
Warga Kampung Cingoyar Sindangkerta KBB mendapat berkah Ramadhan dengan meningkatnya permintaan kolang-kaling.

INILAHKORAN, Ngamprah - Berkah Ramadhan sangat terasa di Kampung Cingoyar, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pasalnya orderan kolang-kaling naik drastis.

Baik tua maupun muda, para warga di Kampung Cingonyar lebih memilih menjadi petani kolang-kaling, salah satunya Dandi (27) di usianya yang masih relatif muda dirinya pun lebih memilih menekuni profesi tersebut.

Berbeda dengan hari-hari biasa, Dandi nampak lebih sibuk dibandingkan dengan aktivitas di bulan-bulan sebelumnya. Usai makan sahur dan menunaikan ibadah sholat subuh dirinya mulai menyiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk memanen buah aren atau kolang-kaling.

Baca Juga: Trans Metro Pasundan Mulai Beroperasi di KBB, Ini Kelebihannya

Dandi mengatakan, permintaan kolang-kaling sejak seminggu sebelum masuk bulan puasa cukup tinggi. Bahkan dirinya pun kewalahan banjir pesanan setiap harinya.

Menurutnya, Ramadhan benar-benar menjadi berkah bagi petani buah kolang-kaling Kampung Cingoyar.

"Alhamdulillah di bulan suci Ramadhan kali ini permintaan kolang-kaling meningkat. Bisa dibilang peningkatan pesanan 60 sampai 70 persen dari hari biasa," katanya, Minggu 10 April 2022.

Kendati kondisi pohon aren masih dalam kondisi basah sisa hujan semalam. Namun, dengan keterampilan memanjat yang dimiliki, Dandi dapat dengan mudah naik ke atas pohon dan memetik buah kolang-kaling.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bandung Minggu 10 April 2022, Ada Potensi Hujan Petir di Siang Hari

"Kolang-kaling yang berhasi dipetik kemudian dikumpulkan untuk selanjutnya diolah menjadi bahan makanan," ujarnya.

Ia mengaku, setiap hari dirinya disibukkan dengan pesanan-pesanan yang terus berdatangan, baik dari tetangga maupun dari konsumen luar daerah.

"Kalau produksi di bulan ramadan ini sekitar 30 sampai 50 kilogram setiap harinya. Kadang ada yang harus nunggu besok karena saya kewalahan," ujarnya.

Ia menyebut, kolang-kaling hasil olahan tangannya sudah teruji baik rasa maupun tekstur. Harga yang ditawarkan pun sangat ramah di kantong konsumen.

Baca Juga: Terima CSR, Warga Desa Pakutandang Bandung Kini Lebih Mudah Akses Air Bersih

"Harga kolang-kaling dari saya cuma Rp8.000 per kilogram. Omzet per hari mulai dari Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. Segituan kurang lebih sih," sebutnya,

Salah satu pelanggan kolang-kaling Dandi, Sri Gentari (34) mengatakan, kolang-kaling hasil olahan Dandi memiliki kualitas cukup baik. Tak sedikit pelanggan Sri juga ketagihan untuk berlangganan kepadanya.

"Buah kolang-kaling ini nantinya diolah menjadi campuran untuk jajanan takjil seperti kolak atau es campur.

Ia menyebut, kolang-kaling ini untuk dijual lagi dan setiap harinya dirinya membeli sebanyak 10 kilo.

"Kualitasnya juga berani ngadu dengan tempat lain. Saya beli di petani ke kang Dandi ini karena harganya lebih murah dari harga pasar atau di tempat lain dan kualitasnya lebih empuk dari pada yang lain," pungkasnya. *** (agus satia negara).

 


Editor : inilahkoran