Bertemu 1,5 Jam, Ternyata Ini yang Dibahas Prabowo dan Megawati

Megawati dan Prabowo bertemu selama 1,5 jam dan membahas hal ini.

Bertemu 1,5 Jam, Ternyata Ini yang Dibahas Prabowo dan Megawati

INILAHKORAN - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai pertemuan antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri sebagai langkah yang wajar dan penting di tengah dinamika global yang tengah berlangsung.

Dasco, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut pada Senin malam (7/4) di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta, menyebut bahwa pertemuan empat mata antara kedua tokoh nasional itu berlangsung sekitar 1,5 jam sejak pukul 20.30 WIB.

Meskipun tidak mengetahui secara rinci isi pembicaraan, Dasco yakin bahwa keduanya membahas hal-hal strategis menyangkut masa depan bangsa.

“Di tengah situasi global saat ini, para tokoh bangsa perlu bersatu dan memikirkan kepentingan negara. pertemuan seperti ini menjadi sangat penting,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senin malam.

Selain Dasco, pertemuan itu juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting lainnya, seperti Ketua MPR RI sekaligus Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menko Polhukam Budi Gunawan.

Dasco juga menekankan bahwa dialog antara Megawati dan Prabowo tak lepas dari pengalaman keduanya dalam menghadapi krisis bangsa. Megawati, yang pernah memimpin Indonesia di tengah masa sulit, tentu memiliki pandangan dan pengalaman berharga yang dapat menjadi bahan diskusi strategis dengan Prabowo yang akan segera menjalankan amanah sebagai Presiden.

Sebelumnya, Dasco telah menyampaikan bahwa komunikasi antara elite Partai Gerindra dan PDI Perjuangan untuk mempersiapkan pertemuan ini sudah berlangsung cukup intens.

“Sudah ada pembicaraan untuk mempercepat terjadinya pertemuan antara kedua tokoh bangsa,” ungkapnya.

pertemuan ini dinilai sebagai sinyal positif bagi terciptanya kolaborasi politik yang solid dan stabil dalam rangka menyongsong tantangan nasional maupun global ke depan.


Editor : Firda Rachmawati