Bey Machmudin Apresiasi Respons Cepat BPBD Hadapi Bencana

j Gubernur Jabar Bey Machmudin mengapresiasi respons cepat yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Bey Machmudin Apresiasi Respons Cepat BPBD Hadapi Bencana
Dalam sambutan pada kegiatan Anak Jabar Sadar Bencana di Gedung Sate, Bey Machmudin mengatakan, saat ini BPBD kian aktif merespons terjadinya bencana. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengapresiasi respons cepat yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam sambutan pada kegiatan Anak Jabar Sadar Bencana di Gedung Sate, Bey Machmudin mengatakan, saat ini BPBD kian aktif merespons terjadinya bencana. 

Terakhir kala bencana gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Bandung, dimana sejumlah rumah di sana rusak dan demikian pula di Kabupaten Garut.

Pemprov Jabar, kata dia, turut mengapresiasi melalui kegiatan Anak Jabar Sadar Bencana diharapkan mampu meminimalisir jumlah korban. Sebab berdasarkan data, Indonesia menduduki peringkat kedua dengan risiko bencana alam tertinggi dari 153 negara.

"Artinya, tidak ada satu pun kabupaten/kota di Indonesia yang bebas dari ancaman bencana. Kalau tidak salah, kita juga tertinggi dalam bencana ini. Ada 750 bencana dalam setahun," ujar Bey Machmudin di Gedung Sate, Minggu 19 September 2024.

Maka dari itu, tanggap darurat bencana yang telah dilakukan BPBD menurutnya patut diapresiasi.

"Jadi, terimakasih kepada BPBD dan saya merasakan, kalau sudah ada baju oranye di lapangan, masyarakat sudah tenang. Jadi memang betul-betul merasakan kehadiran BPBD ini," ucapnya.

Bey Machmudin mengaku sepakat dengan Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat Anne Hermadianne, dimana paling penting adalah tindakan preventif menghadapi bencana.

Dimana dia menceritakan, ada anak sekolah di Kabupaten Bandung selamat tanpa luka ketika gempa terjadi. Berbeda dengan teman dan gurunya, yang mengalami luka.

Sebabnya, ternyata anak tersebut kata dia kerap menonton penyelamatan diri ketika bencana. Kala gempa terjadi, ketika teman-temannya berhamburan keluar, sang anak memilih melindungi diri di bawah meja.

"Artinya mitigasi harus sudah dilakukan. Saya senang judul hari ini, Anak Jabar Sadar Bencana. Jadi semakin banyak yang sadar, semakin banyak terselamatkan," ucapnya.

Tidak hanya itu, menurutnya perlu juga diingatkan kepada masyarakat untuk menyimpang barang dan surat berharaga dalam satu kantong. 

Sehingga ketika terjadi bencana banjir atau kebakaran, dokumen penting dapat terselamatkan.

"Jadi supaya masyarakat terbiasa. Seperti akte, ijazah dalam satu tempat yang mudah dijangkau. Jadi edukasi bagaimana kalau terjadi gempa (menyelamatkan diri) dan bagaimana menyimpan dokumen ini penting," imbuhnya.

Sebab ketika terjadi bencana dan dokumen berharga hilang kata Bey Machmudin, akan lama proses untuk mendapatkannya kembali.

"Memang kita bisa buat lagi, tapi kan ada proses waktu. Jadi kalau itu bisa diselamatkan, itu lebih baik," kata dia. 


Editor : Doni Ramdhani