Bey Machmudin Minta Bantuan ITB Lakukan Kajian Terkait BIJB Kertajati dan Bandara Husein Sastranegara

Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin berharap, di bawah komando rektor anyar Prof Tatacipta Dirgantara itu Institut Teknologi Bandung (ITB) kian memperbanyak kolaborasi dengan pemerintah.

Bey Machmudin Minta Bantuan ITB Lakukan Kajian Terkait BIJB Kertajati dan Bandara Husein Sastranegara
Dimana Prof Tatacipta resmi menjadi Rektor ke-18 ITB, periode 2025-2030 menggantikan Reini Wirahadikusumah. Dalah satu yang diharapkan Bey Machmudin, terkait BIJB Kertajati, Kabupaten Majalengka dan Bandara Husein Sastranegara. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin berharap, di bawah komando rektor anyar Prof Tatacipta Dirgantara itu Institut Teknologi Bandung (ITB) kian memperbanyak kolaborasi dengan pemerintah.

Dimana Prof Tatacipta resmi menjadi Rektor ke-18 ITB, periode 2025-2030 menggantikan Reini Wirahadikusumah. Dalah satu yang diharapkan Bey Machmudin, terkait BIJB Kertajati, Kabupaten Majalengka dan Bandara Husein Sastranegara.

Dimana belum lama ini, Wali Kota Bandung Terpilih Muhammad Farhan kembali menggaungkan permintaan dibuka kembali Bandara Husein, yang mana ini tentunya bakal berdampak pada BIJB Kertajati.

Sebab itu pihaknya berharap, ITB mau membantu untuk melakukan kajian terutama terkait keamanan, juga solusi mengenai layanan penerbangan di Jawa Barat.

"Kami minta kajian. Sisi kelayakan keamanan dan juga bagaimana solusi ke depan. Kami tidak minta ITB untuk membuat hitungan bisnis, tapi keamanan, kenyamanan dan prediksi penduduk seperti apa," ujar Bey Machmudin di ITB, Kota Bandung, Senin 20 Januari 2025.

Hasil kajian dari ITB ini lanjut dia, akan menjadi bahan evaluasi yang akan disampaikan ke Kementerian Perhubungan, guna ditindaklanjuti.

"Apakah membuka Husein ataukah menutup Kertajati. Jadi tidak semudah itu dan Pak Gubernur terpilih (Dedi Mulyadi) juga concern dengan hal ini," ucapnya.

Tidak hanya itu, Pemprov Jabar lanjut dia juga membutuhkan bantuan ITB dalam menyiasati teknis vokasi, ketahanan pangan dan pertanian.


Editor : Doni Ramdhani