Bey Machmudin Minta Disdik Jabar Cari Solusi Cegah Bully di Lingkungan Sekolah
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin meminta Dinas Pendidikan atau Disdik Jabar untuk mencari solusi dan mencegah agar kasus bully di lingkungan sekolah tidak terjadi lagi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin meminta Dinas Pendidikan atau Disdik Jabar untuk mencari solusi dan mencegah agar kasus bully di lingkungan sekolah tidak terjadi lagi.
Bey Machmudin sangat menyayangkan, kasus terbaru terkait bully di lingkungan sekolah itu hingga menelan korban jiwa. Dimana NFN (18), siswi SMK di Kabupaten Bandung Barat (KBB) meninggal dunia dampak dari bully di lingkungan sekolah.
Untuk itu, Bey Machmudin meminta Plh Kadisdik Jabar Ade Afriandi untuk melakukan kajian dan skema apa yang harus dilakukan guna mengantisipasi bully di lingkungan sekolah.
"Saya akan minta Plh Kadisdik untuk betul-betul dikaji dan ini momen saat PPDB, jadi bagaimana caranya. Apakah harus ada laporan setiap guru pada orangtua atau seperti apa," ujar Bey Machmudin di kantor Kejati Jabar, Kamis 13 Juni 2024.
Sebelumnya Plh Kadisdik Jabar Ade Afriandi meminta agar sekolah, baik swasta maupun negeri untuk kembali mengoptimalkan peran guru Bimbingan Konseling (BK), untuk mencegah dan menangani jika terjadi bully terhadap siswa-siswi di sekolah.
“Jadi secara internal, satuan pendidikan harus membuat langkah mensosialisasikan bahaya dan risiko dari perundungan dan bully atau kekerasan sesama teman sekalipun, bermain-main,” ucapnya.
Ade menilai, peran guru BK sangat diperlukan dalam pencegahan perundungan atau bully. Maka dari itu dirinya meminta guru BK dapat berperan sebagai 'teman' siswa di sekolah.
“Mengoptimalkan peran guru BK, kemudian ada ruang yang cukup untuk guru BK bisa melayani peserta didik apapun kondisi selama di sekolah,” lanjutnya.
Tak hanya itu, pencegahan perundungan diperlukan peran berbagai pihak. Mereka berperan untuk memberikan pemahaman bahaya bully hingga konsekuensinya.
“Sosialisasi edukasi dan struktur yang melibatkan melibatkan perangkat daerah atau Stakeholder lainnya yang berkaitan dengan pencegahan perundungan,” sambungnya.
Sementara Anggota Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah sangat menyesalkan, masih adanya bully di sekolah. Apalagi sampai merenggut korban jiwa, karena depresi akibat bully.
“Saya sangat menyesalkan kejadian tersebut. Berharap kejadian di Kabupaten Bandung Barat tidak terulang lagi,” harapnya.
Sebagai upaya pencegahan, dia menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak, khusus di dalam lingkungan pendidikan sekolah.
Menurutnya, urusan perlindungan anak khususnya di sekolah bukan miliknya satu dinas tapi semua pihak, terutama lingkungan lingkungan dimana anak anak anak itu berada.
“Kita harus cepat merespon dengan positif dan menjalankan tugas kita lebih sungguh-sungguh dan berwibawa. Terutama kejadian ini sudah terjadi, maka ada beberapa langkah-langkah yang memang harus dilakukan secara khusus,” ucapnya.
Editor : Doni Ramdhani

