BI Jabar Pacu Produktivitas Padi Organik
Petani yang tergabung dalam Kelompok Sri Makmur III dan Kelompok Cinta Tani di Kabupaten Indramayu panen komoditas padi organik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Petani yang tergabung dalam Kelompok Sri Makmur III dan Kelompok Cinta Tani di Kabupaten Indramayu panen padi. Istimewanya, komoditas yang dituai itu merupakan padi organik.
Mereka termasuk dua klaster mitra Bank Indonesia (BI) Jabar yang memasuki masa panen. Sebelumnya, lembaga bank sentral itu memberikan pendampingan secara komprehensif. Mulai dari pemberian teori, praktik olah lahan sawah, diskusi, hingga melengkapi materi dengan berbagai peraga dan sampel produk.
“Setelah 120 hari sejak penanaman, kedua klaster ini memasuki masa panen hari ini. Sebelum panen, kita terlibat langsung dalam kegiatan monitoring secara berkala pada setiap fase pertumbuhan padi, mulai dari fase vegetatif, generative, hingga memasuki fase panen,” kata Kepala Perwakilan BI Jabar Herawanto, Senin 20 September 2021.
Baca Juga: BI Jabar Sokong Ekspor Kopi Produksi Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah Subang
Menurutnya, berbagai upaya pelatihan, pengawasan, dan pemberian bantuan tersebut bertujuan agar para klaster mitra dapat meningkatkan produktivitasnya. Selain itu, bimbingan yang diberikan itu pun bisa menekan biaya produksi hingga 40-70%, menghasilkan multiplier effect, dan menciptakan konservasi tanah dan air sehingga terbentuk pertanian yang berkelanjutan. Terpenting, metode pertanian yang dilakoni itu bisa memitigasi perubahan iklim global seperti kekeringan, badai, banjir, dan lain sebagainya yang dapat mengancam keberlangsungan lahan pertanian.
Di lahan klaster pangan itu, para petani mengimplementasikan integrated ecofarming berbasis microbakter alfaafa (MA-11). Mitra BI Jabar itu mewujudkan aktivitas pertanian yang mendukung penyelematan lingkungan dan peningkatan produktivitas lahan secara berkelanjutan sebagai substitusi atas pola pertanian berbasis kimia yang cenderung berbiaya tinggi dan dalam jangka panjang menurunkan kualitas tanah.
Baca Juga: OJK dan BI Jabar Berikan Bantuan 10 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 untuk Pelaku Usaha dan Warga Garut
Secara pasar, dia menyakini produk padi organik yang dihasilkan itu memiliki potensi relatif besar. Permintaan domestik maupun global akan produk organik semakin meningkat sejalan dengan peningkatan tren gaya hidup sehat dan back to nature di tengah masyarakat.
“Tren ini semakin terakselerasi akibat pandemi Covid-19 yang membuat orang semakin peduli tentang asupan makanan yang dikonsumsi. Kondisi ini diharapkan dapat menjadi momentum dan peluang bagi seluruh pelaku pertanian, khususnya klaster mitra BI untuk dapat terus meningkatkan produktivitasnya,” ujarnya.
Herawanto menjelaskan, sebagai dukungan berkelanjutan pihaknya memberikan bantuan yang diharapkan dapat mendukung program peningkatan produktivitas pertanian. Donasi itu berupa sarana produksi dan alat mesin pertanian kepada Kelompok Sri Makmur III dan sarana pendukung sekretariat koperasi, bangunan kios, serta kandang ternak kepada Gapoktan Koperasi Tani Mulus.
Baca Juga: OJK dan BI Dukung Vaksinasi Pelajar Jabar
“Berbagai upaya itu merupakan wujud dedikasi BI untuk mendukung pemulihan dan penguatan ekonomi, melalui peningkatan produktivitas pertanian pangan yang berwawasan lingkungan untuk menjaga kecukupan pasokan dan stabilitas harga pangan strategis dalam lingkungan yang tetap terjaga,” sebutnya.
Lebih jauh dia menuturkan, strategi yang dijalankan itu sebagai upaya meningkatkan produktivitas hasil pertanian untuk mendukung ketersediaan pasokan dan stabilitas harga komoditas pangan stretagis. BI Jabar melaksanakan program pengembangan klaster pangan. Saat ini, tercatat 60 klaster pangan mitra BI di wilayah Jabar, termasuk di wilayah Priangan Timur dan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).
Baca Juga: Gubernur BI: Inflasi Terjaga Rendah di Hampur Seluruh Daerah Indonesia
Salah satu metode yang diperkenalkan dalam pengembangan pertanian klaster mitranya yakni integrated ecofarming berbasis microbakter alfaafa (MA-11). Metode ini dipilih dengan pertimbangan untuk melakukan sistem budidaya pertanian yang ramah lingkungan, meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan, dan menghasilkan produk pangan sehat.
Sebagai contoh, ketika petani memupuk cabai atau tanaman lain dengan Super Bokashi MA-11 selain memberikan hasil yang berlipat baik terhadap kualitas dan kuantitas panen maka juga sekaligus memperbaiki lingkungan sebagai usaha konservasi tanah dan air. Sekaligus limbah pertaniannya misalnya seperti jagung sebagai border kebun cabai limbah jagung dll akan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak bergizi tinggi atau super feed MA-11. (*)
Editor : inilahkoran


