BI Perluas QRIS Tap di Jabar

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi salah satu inovasi strategis yang dikembangkan Bank Indonesia (BI) sejak 2019. Kepala BI Jabar Muhamad Nur mengatakan, inovasi itu kini telah menjadi game changer dalam transaksi nontunai nasional.

BI Perluas QRIS Tap di Jabar
Tercatat, jumlah pengguna QRIS di Jabar mencapai 12,7 juta orang atau sekitar 22?ri total nasional, sementara jumlah merchant telah menembus 8,7 juta atau 21% pangsa nasional. (syamsuddin nasoetion)

INILAHKORAN, Bandung - Inovasi sistem pembayaran digital terus dikembangkan BI Jabar. Kini, pengalaman transaksi nontunai bisa dirasakan di moda transpotasi angkot.

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi salah satu inovasi strategis yang dikembangkan Bank Indonesia (BI) sejak 2019. Kepala BI Jabar Muhamad Nur mengatakan, inovasi itu kini telah menjadi game changer dalam transaksi nontunai nasional.

Menurutnya, sejauh ini Jabar menjadi motor inovasi digital pembayaran nasional. Hingga Agustus 2025, ekosistem QRIS di Jabar terus menunjukkan pertumbuhan pesat.

Tercatat, jumlah pengguna QRIS di Jabar mencapai 12,7 juta orang atau sekitar 22% dari total nasional, sementara jumlah merchant telah menembus 8,7 juta atau 21% pangsa nasional.

Sepanjang periode yang sama, volume transaksi QRIS di Jabar  mencapai 1,59 miliar transaksi dengan pertumbuhan 213,39% yoy, sedangkan nominal transaksinya mencapai Rp148,95 triliun, tumbuh 139,87% yoy.

“Capaian tersebut menegaskan Jabar menjadi salah satu provinsi dengan adopsi QRIS tertinggi di Indonesia, sekaligus menjadi barometer perkembangan ekonomi digital nasional,” kata Nur saat peluncuran QRIS Tap dan Mal Siap QRIS Tap 2025, Jumat 24 Oktober 2025.

Dia menuturkan, transformasi digital tidak hanya berbicara tentang kemajuan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kemudahan dan efisiensi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Di tengah kehidupan urban yang serba cepat, hadirnya sistem pembayaran digital yang aman, cepat, dan inklusif menjadi kebutuhan nyata.

QRIS Tap, kata dia, inovasi terbaru dari BI hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan pengalaman transaksi nontunai yang lebih praktis, efisien, dan menyeluruh, baik di sektor transportasi publik maupun pusat perbelanjaan modern.

Di sektor transportasi publik, QRIS Tap merupakan pengembangan terbaru dari sistem QRIS yang memanfaatkan teknologi near field communication (NFC). Dengan QRIS Tap, transaksi hanya membutuhkan waktu sekitar 0,3 detik yang memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih cepat, efisien, dan handal, sekaligus memperkuat keamanan data melalui transfer jarak dekat.

“Inovasi ini diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan dan efisiensi digital di berbagai sektor, mulai dari transportasi publik hingga pusat perbelanjaan modern,” ujarnya.

Pemanfaatan QRIS Tap bisa dirasakan moda Metro Jabar Trans (MJT) yang telah hadir di 6 koridor dengan jumlah 95 bus. Selain itu, pembayaran digital itu pun berlaku untuk feeder MJT dengan total 22 armada mendorong keterhubungan antarmoda di Jabar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Dhani Gumelar menegaskan peluncuran feeder MJT merupakan langkah strategis dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan di wilayah Bandung Raya.

“Feeder MJT merupakan bagian dari sistem BRT (bus rapid transit) Cekungan Bandung yang dikembangkan sejak 2019. Kehadirannya memperluas jangkauan layanan hingga ke kawasan permukiman dan mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan,” ujar Dhani.

Sebagai pelopor penerapan QRIS Tap di sektor transportasi publik, dia menyebutkan MJT menghadirkan kemudahan transaksi nontunai yang cepat, aman, dan efisien.

Di sektor ritel, Trans Studio Mall (TSM) Bandung menjadi mal pertama di Jabar yang mengimplementasikan sistem pembayaran QRIS Tap di lingkungan ritel. Kehadiran program itu menandai integrasi nyata ekosistem pembayaran digital lintas sektor, mulai dari sarana publik yaitu transportasi hingga ritel belanja harian.


Editor : Doni Ramdhani