Bima Arya Minta ASN Kota Bogor Waspadai Varian Omicron

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta jajaran ASN untuk mewaspadai virus Covid-19 varian Omicron yang saat ini kasusnya masuk ke Tanah Air.

Bima Arya Minta ASN Kota Bogor Waspadai Varian Omicron
Wali Kota Bogor Bima Arya minta ASN Kota Bogor mewaspadai varian Omicron.

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya meminta jajaran ASN untuk mewaspadai virus Covid-19 varian Omicron yang saat ini kasusnya masuk ke Tanah Air.

"Kita harus siap-siap dan waspada. Yang paling utama Dinkes bisa berkoordinasi dengan wilayah untuk mencermati tren penambahan kasus positif. Di atas kertas, ini tinggal menunggu waktu Omicron masuk Kota Bogor dan akan ada lonjakan. Tapi, saya berharap mudah-mudahan tidak ada," kata Bima Arya, Senin 3 Januari 2022.

Untuk itu, Bima Arya menyebutkan Dinkes Kota Bogor bida berkoordinasi dengan mengecek ketersediaan tempat tidur dan tempat isolasi. Pihak RSUD pun dipastikan bisa menjamin ketersediaan oksigen dan obat-obatan guna menantisipasi pasien positif varian Omicron.

Baca Juga: Unik! Gejala Varian Omicron Ini Hanya Muncul Malam Hari, Dokter Jelaskan Begini

"Bagian Tata Pemerintahan untuk segera melakukan rapat dan konsolidasi untuk mengaktivasi RW Siaga. Aparatur wilayah Camat dan Lurah juga diminta untuk membantu pengecekan RW Siaga yang ada di wilayah masing-masing, bagi RW Siaga yang tidak aktif agar diingatkan," jelasnya.

Dia membeberkan, posko Gedung Organisasi Wanita (GOW) di Jalan Sudirman juga diminta untuk dipersiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Baca Juga: Varian Omicron di Indonesia Bertambah Jadi 138 Kasus, Warga Diimbau Lakukan Ini...

"Kita konsolidasi dan antisipasi lonjakan yang akan muncul di minggu kedua dan ketiga Januari 2022. Pelajari dulu tren Covid-19 varian Omicron, apabila sampai minggu kedua atau ketiga Januari 2022, situasi dan kondisi aman, Insya Allah bisa kami buka ruang publik seperti taman-taman kota. Jika sebaliknya tentu kami sesuaikan dengan kebijakan PPKM yang berlaku," jelas Bima Arya.

Dia menyebutkan, hingga saat ini pasien Covid-19 yang masih mendapatkan perawatan hanya 8 orang. Penambahan kasus pun dalam beberapa pekan terakhir tidak menunjukan angka-angka signifikan dengan kisaran 0-2 kasus per harinya. (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran