Bima Rehat 20 Hari Menjadi Wali Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya menggelar briefing staff menjelang akhir masa jabatan periode duet bersama Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kamis (4/4/2019).

Bima Rehat 20 Hari Menjadi Wali Kota Bogor
INILAH, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya menggelar briefing staff menjelang akhir masa jabatan periode duet bersama Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kamis (4/4/2019).
 
Bima Arya akan rehat selama 20 hari sebelum dilantik lagi menjadi Wali Kota Bogor periode 2019-2024 dengan pasangan barunya Dedie A Rachim. Wali Kota Bogor akan dijabat oleh Plh Ade Syarif Hidayat.
 
Bima menyampaikan terimakasih kepada Usmar Hariman yang banyak membantu memberikan pemahaman seluk beluk aturan selama lima tahun menjadi orang nomor satu di Kota Bogor.
 
"Banyak kontribusi Pak Usmar. Nanti Minggu (7/4/2019) malam, ada acara semacam perpisahan dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor," ungkap Bima kepada wartawan.
 
Bima menjelaskan, briefing staff fokus pada KUA-PPAS, KUPA APBD Perubahan 2019, yang akan dititipkan kepada Plh Wali Kota. Hal kedua adalah kelancaran Pemilu 2019 supaya kondusif.
 
"Aparatur Sipil Negara (ASN) harus netral,  boleh memilih tapi tidak boleh demontratif, misalkan mengajak dan berkampanye," jelasnya.
 
Bima mengatakan, ada catatan selama lima tahun menjabat wali kota, yaitu tidak bisa bekerja sendiri dan harus menjaga kebersamaan. Kemudian harus membuka diri berkolaborasi. Catatan penting lainnya, sektor transportasi masih banyak catatan, di antaranya rerouting, konversi, pembangunan jalan R3 maupun R2, dan Bogor Inner Ring Road (BIRR).
 
"Ada juga persoalan Terminal Baranangsiang. Ternyata tidak boleh serah terima aset dengan berita acara saja. Jaksa Agung dan Kemenkeu meminta meminta dihentikan dulu. Ada beda penafsiran," bebernya.
 
Bima mengaku, setelah berhenti menjadi wali kota, dirinya akan melakukan beberapa hal, diantaranya liburan karena.
 
"Saya akan rehat bersama keluarga, bagi waktu untuk kampanye juga. Langkah kampanyenya Pileg PAN. Kalau pilpres lihat di lapangan. Saya juga akan dilantik seminggu setelah pilpres, meskipun belum tahu tanggal pastinya," jelasnya.
 
Usmar menuturkan, secara kedinasan dirinya menunggu catatan akhir DPRD Kota Bogor yang diharapkan ada perubahan selama lima tahun menjabat.
 
"Angka kemiskinan turun, ada tampilan yang berbeda untuk Kota Bogor. Kita lihat saja nanti catatan DPRD Kota Bogor seperti apa," pungkasnya.


Editor : inilahkoran