BKPSDM Kab Cirebon Publikasikan Nilai Hasil Open Bidding, Quantum Internasional Tak Main-main
BKPSDM Kabupaten Cirebon mengungkap alasan di balik publikasi nilai hasil open bidding untuk tujuh SKPD.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cirebon - Mungkin baru kali ini Pemkab Cirebon melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), berani mempublikasikan hasil open bidding untuk tujuh SKPD.
Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon, Hilmi Rivai mengungkapkan, pihaknya sengaja mempublikasikan penilaian hasil open bidding.
Tujuannya, menurut Hilmi Rivai agar masyarakat bisa mengetahui sejauh mana transfaransi publik terkait nilai kompetensi dan psikologi serta nilai rekam jejak masing-masing peserta.
"Supaya publik tahu, seberapa besar nilai masing - masing peserta saat mengikuti uji kompetensi dan psikologi serta nilai rekam jejak mereka. Kalau ada eselon II nilai rekam jejaknya tinggi, ya itu hal yang wajar. Kerja mereka kan sudah lama, otomatis rekan jejaknya juga banyak," ungkap Hilmi Rivai, Minggu 28 November 2021.
Baca Juga: Buntut Anggota GMBI Tewas di Karawang, Ormas yang Diduga Terlibat Terancam Bubar?
Hilmi menjelaskan, dari hasil penilaian yang dilakukan quantum internasional sebagai assesmen centre, cukup mencengangkan.
Akurasi penilaian benar-benar tidak diragukan lagi. Terbukti, beberapa peserta nilainya bersaing cukup ketat.
Disamping itu, penilaian yang dilakukan quantum internasional, sama sekali tidak ada intervensi pihak manapun.
"Dari penilaian ujikompentensi dan psikologi saja sudah terlihat nama-nama peserta punya kapasitas atas tidak. Peserta satu dan lainnya pada masing-masing SKPD nilainya tidak terpaut jauh. Ini membuktikan persaingan peserta open bidding luar biasa," ungkap Hilmi.
Baca Juga: Kerap Dibully di Medsos, Mayang Adik Vanessa Angel: Aku Anggap Bullyan, Pujian di Dalam Olokan
Saat ini lanjutnya, penilaian peserta open bidding tinggal dua tahapan lagi yaitu pembuatan makalah dan sesi wawancara.
Namun, sesuai petunjuk KASN, semua peserta open bidding tetap diikutkan untuk sesi pembuatan makalah dan wawancara, meskipun saat rekap penilaian ujikompentensi dan psikologi serta rekam jejak, mereka tidak masuk tiga besar.
"Semua peserta open bidding meskipun tidak masuk tiga besar tetap ikut dalam pembuatan makalah dan wawancara. Nanti semua nilai akan diakumulasi," ungkap Hilmi.
Hilmi menyebutkan, setelah semua nilai terakumulasi maka akan muncul tiga besar masing-masing SKPD yang mereka ikuti.
Namun, dari tiga besar nama masing-masing calon kepala SKPD, tidak muncul nilai dan nantinya akan diserahkan kepada Bupati.
Baca Juga: Resmi! Dua Laga Persib di Seri Ketiga BRI Liga 1 Ditunda, Ini 3 Alasannya Menurut PT LIB
"Nanti setelah penilaian akumulasi ada tiga besar masing-masing SKPD yang diikuti. Tidak akan ada nilai karena tiga besar ini dinilai oleh quantum sudah layak. Tinggal nanti bagaimana keputusan bupati memilih satu orang untuk menjadi kepala dinas," tukas Hilmy.
Dari data yang diberikan pihak BKPSDM, muncul nama Nanan Abdul Manan, Kabag Prokompim sebagai peserta open bidding dengan nilai terbesar untuk uji kompetensi dan psikologi.
Nanan memperoleh nilai 5,03. Nanan sendiri ikut mengisi kekosongan Kadis Kominfo. Lalu disusul Alex Suheryawan yang ikut di BPBD, dengan nilai 5,01.
Namun Nanan dan Alex harus puas mendapatkan nilai 4,06 dan 3,76 saat mengukuti test rekam jejak.
Disusul Neneng Hasanah untuk Dinas Kesehatan yang unggul baik nilai ujikompetensi dan psikilogi maupun nilai rekam jejak.
Baca Juga: Puji Anak Kedua Nagita Slavina, Amy Qanita: Kayak Raffi Bibirnya
Sementara untuk jabatan Kadis DPKPP, Sekdis Bapelitbangda, Dangi mampu menggeser Sekdis DPKPP, Adil Prayitno.
Dangi memperoleh nilai 4,96 sementara Adil hanya memperoleh nilai 4,30. Bahkan Adil juga disalip juniornya yaitu Kabid Tata Ruang DPUTR, Uus Sudrajat dengan nilai 4,56.
Adil yang digadang gadang calon kuat Kadis DPKPP hanya unggul pada tes rekam jejak dengan nilai 4,36, disusul Dangi dan Uus. Disisi lain, calon Direktur RSUD Waled, Mohamad Luthfi juga sama nilainya.
Yang bersangkutan unggul nilai ujikompetensi dan psikologi maupun nilai test rekam jejak
Sedangkan yang terbanyak diikuti peserta open bidding adalah staf ahli bidang hukum dan pemerintahan.
Baca Juga: Varian Omicron Mengancam Indonesia, Pemerintah Ubah Kebijakan Karantina, Berlaku Malam Ini
Dari delapan peserta, nama Bambang Sudaryanto unggul pada test ujikompetensi dengan nilai 4,71.
Namun saat tes rekam jejak dirinya harus puas dengan nilai 4,96 dan kalah dari Sucipto dengan nilai 4,42.
Sedangkan Disduk Capil juga diikuti oleh enam peserta. Yadi Wikarsa mengantongi nilai 4,89. Namun saat test rekam jejak hanya memperoleh nilai 4,22.*** (maman suharman)
Editor : inilahkoran


