Bobotoh Tewas Selepas Laga: Rendam Murka Kawal Perkara
KEMATIAN Bobotoh muda menyisakan duka dan kemarahan. Sejumlah pihak menyerukan agar suporter menahan diri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Cesar Yudistira/Reza Zurifwan/Yuliantono
Peluit akhir telah berbunyi. Soraksorai perlahan surut. Namun tak semua suporter membawa pulang cerita tentang pertandingan.
Seorang bobotoh berinisial ARK (16) justru pulang sebagai kabar duka.
ARK ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan luka bacok di KM 50 Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Dia diduga menjadi korban serangan senjata tajam setelah meninggalkan stadion.
Malam itu, Minggu (25/10), ARK dalam perjalanan pulang setelah menyaksikan laga Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Laga tersebut dimenangkan Persib dengan skor 2-1.
Kematian Bobotoh muda itu membuat Umuh Muchtar murka. Manajer Persib Bandung itu tak bisa menerima kabar seorang suporter kehilangan nyawa setelah menyaksikan tim kesayangannya berlaga.
Setelah pertandingan, lelaki yang akrab disapa Pak Haji tersebut menyampaikan belasungkawa sekaligus kecaman keras atas peristiwa yang merenggut nyawa Bobotoh muda itu.
“Saya turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan saya mengecam keras tindakan ini. Ini keji, biadab,” tegas Umuh, Senin (26/10).
Kemarahan Umuh berangkat dari sesuatu yang semestinya sederhana: sepak bola adalah hiburan.
Orang datang ke stadion untuk mendukung tim kebanggaan, menyanyikan lagu-lagu dukungan, lalu pulang setelah pertandingan selesai. Tak seharusnya perjalanan itu berujung pada kekerasan, apalagi kehilangan nyawa.
Bagi Umuh, tak ada alasan yang dapat membenarkan kejadian tersebut.
Kecintaan terhadap klub, warna kebanggaan, dan rivalitas di lapangan tak boleh menghapus batas antara permainan dan kemanusiaan.
“Saya minta insiden ini bisa diusut tuntas. Karena tidak ada sepak bola seharga nyawa,” tegasnya.Kalimat itu menjadi penegasan sekaligus tuntutan. Umuh ingin kematian ARK mendapat kejelasan. Dia meminta aparat mengungkap peristiwa tersebut hingga tuntas, agar kematian seorang suporter tidak berhenti sebagai kabar yang kemudian tenggelam oleh pertandingan-pertandingan berikutnya.
Namun, di tengah kemarahannya, Umuh juga menyampaikan pesan kepada para Bobotoh. Dia meminta mereka menahan diri dan tidak terpancing provokasi. Duka, menurutnya, tak boleh berubah menjadi alasan untuk melahirkan kekerasan baru.
“Kepada seluruh Bobotoh dimanapun, saya minta, saya imbau, untuk menahan diri, jangan terprovokasi, biar pihak kepolisian yang menangani semuanya. Kita serahkan semuanya ke pihak kepolisian,” tegas Umuh kembali.
Hingga kini, polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian ARK maupun rangkaian kejadian sebelum dia ditemukan. Penyidik masih menelusuri keterangan saksi dan informasi lain yang relevan. Belum ada pihak yang diumumkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Kabar meninggalnya ARK menyisakan duka di tengah keluarga besar pendukung Persib Bandung. Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar Sayidina, turut merasakan kehilangan itu dan meminta para Bobotoh menahan diri.
Lewat akun media sosialnya, Senin (26/10) Tobias menyampaikan belasungkawa sekaligus doa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
“Turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhum Arief Rahman Kusuma, seorang bobotoh yang menjadi korban dugaan kekerasan sampai meninggal dunia. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tulis Tobias.
Di tengah duka, Tobias juga mengingatkan para Bobotoh agar tidak terbawa emosi. Kematian ARK yang diduga berkaitan dengan tindak kekerasan menjadi perkara yang harus diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan yang berpotensi memicu persoalan baru.
“Untuk Bobotoh tetap menahan diri, mari kita percayakan proses hukum yang sedang berjalan kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.
Kabar kematian ARK menyebar cepat, melintasi layar-layar ponsel dan percakapan di media sosial. Namun, bagi keluarga ARK, kabar tersebut bukan sekadar informasi yang lewat di tengah riuh dunia maya.
Senin (26/10) dini hari, duka itu berpusat di RSUD Bhakti Pajajaran, Cibinong. Di sekitar kamar jenazah, ibu ARK bersama keluarga berusaha menerima kenyataan yang tak pernah mereka harapkan.
Di tengah kehilangan tersebut, masih ada urusan yang harus diselesaikan. Keluarga kebingungan mencari kendaraan untuk membawa jenazah ARK pulang ke rumah duka.
“Kendalanya di kendaraan,” ujar seorang kerabat yang mendampingi ibu korban ketika bertemu dengan Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Bagi keluarga yang baru saja kehilangan seorang anak, membawa pulang jenazah menjadi perkara yang tak sederhana. Kesedihan belum sempat menemukan kata-kata, tetapi kebutuhan praktis sudah menunggu untuk diselesaikan.
Bahkan, biaya perjalanan pun menjadi kekhawatiran tersendiri. “Nanti biayanya bingung,” ungkap salah seorang anggota keluarga.
Rudy yang datang bersama Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung berupaya meringankan beban tersebut. Dia meminta agar kendaraan disiapkan untuk mengantar jenazah ke rumah duka. Keluarga juga dibantu mengupayakan penjemputan ayah korban.
“Semua biaya ditanggung Pemerintah Kabupaten Bogor. Nanti termasuk ambulans, segala macam sampai ke rumah ibu gratis. Ibu jangan khawatir,” ujar Rudy.
Dia meminta keluarga memusatkan perhatian pada duka yang tengah mereka hadapi, tanpa harus memikirkan biaya perjalanan. “Semuanya enggak bayar, yang penting ibu fokus urusin anak ibu,” katanya.
Di dekat kamar jenazah, Kapolres Bogor juga menemui ibu dan kakak korban. Kedatangannya menjadi bagian dari perhatian aparat terhadap keluarga sekaligus penanganan perkara yang merenggut nyawa remaja tersebut.
Polres Bogor menyatakan penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung. Polisi mengumpulkan keterangan saksi, mendalami kronologi, serta menelusuri pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Kasubag Humas Polres Bogor Ipda Sigit Wahyudi mengatakan, proses hukum dilakukan secara profesional dan objektif berdasarkan bukti yang sah. Masyarakat juga diimbau tidak terprovokasi atau menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu kepastian mengenai penyebab insiden. Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengaku belum memperoleh informasi lengkap dan akan berkoordinasi dengan kepolisian, manajemen Persib, serta komunitas Bobotoh.
Erwan meminta para pendukung Persib menjaga kondusivitas dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya. Dia berharap insiden tersebut tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
"Saya belum mendapatkan informasi yang utuh ya. Saya baru membaca dari media sosial-media sosial. Kami nanti akan coba koordinasi dengan Polda dan Polres Bogor serta nanti dari tim manajemen Persib serta dari komunitas Bobotoh. Nanti kalau sudah ada informasi yang valid saya pasti akan sampaikan," ujar Erwan, Senin (26/10).
Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat, Polres Bogor, manajemen Persib, serta komunitas Bobotoh untuk mendapatkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Erwan menilai, kepastian fakta menjadi hal penting agar kabar yang belum terverifikasi tidak memicu kesalahpahaman maupun reaksi berlebihan di kalangan suporter.
Sebab itu, dia meminta Bobotoh menahan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Ya, saya menghimbau kepada seluruh Bobotoh untuk tetap menjaga kondusifitas. Ya, jangan sampai terprovokasi karena berita-berita ini masih simpang siur," katanya.
Erwan menyatakan, langkah berikutnya akan ditentukan setelah kronologi dan penyebab insiden terungkap.
Pemprov Jabar membuka kemungkinan menyurati PSSI maupun berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Namun, dia menegaskan, hingga kini belum ada kesimpulan mengenai penyebab kematian remaja itu.
"Nanti kalau sudah ada berita yang valid, baru kita seperti apalah yang bersurat ke PSSI ataupun dengan aparat terkait untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan ini seperti apa. Karena masih ada yang katanya kecelakaan lalu lintas, katanya ada yang dibacok, masih simpang siur ini, belum jelas, belum valid," tuturnya.
Di tengah ketidakpastian informasi tersebut, Erwan mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Barat.
Dia berharap insiden itu tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas atau memicu tindakan yang justru memperkeruh situasi.
Menurutnya, dukungan suporter terhadap Persib tetap diperlukan, terlebih klub kebanggaan Jawa Barat tersebut menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
"Jadi saya berharap kita tetap menjaga kondusifitas daerah, menjaga kondusifitas Jawa Barat tetap aman terkendali dan Persib pun bisa bertanding dengan baik. Kita terus support karena pertandingan Persib ini cukup berat, di tiap tiga hari sekali kita main ya, dengan 27 pemain harus betul-betul support dan doa," ucapnya.
Erwan juga meminta Bobotoh menjaga sikap dalam menyikapi hasil pertandingan. Kekalahan, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghujat tim. Sebaliknya, kemenangan pun tidak perlu dirayakan secara berlebihan.
"Masalah kekalahan jangan dihujat, kemenangan jangan bereuforia terlalu berlebihan karena kompetisi ini masih panjang," pungkasnya. (gin)
Editor : Inilahkoran
