Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Bogor Longsor dan banjir

Curah hujan yang deras mengguyur Bogor pada Senin malam kemarin, menyebabkan terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Bogor Longsor dan banjir
Foto: BPBD Kabupaten Bogor

INILAH, Bogor- Curah hujan yang deras mengguyur Bogor pada Senin malam kemarin, menyebabkan terjadinya bencana alam banjir dan tanah Longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

Dari sejumlah Kecamatan seperti Babakan Madan dan Citeureup, Kecamatan Sukajaya, Parungpanjang dan Cigudeg merupakan wilayah yang paling terdampak bencana alam tersebut.

"Akibat hujan dengan intensitas tinggi  dan cukup lama mengakibatkan bencana alam Longsor, satu warung kopi dan dua unit rumah di Desa Kiara Pandak dan Desa Kiara Sari, Sukajaya mengalami rusak sedang, dimana  tebingan rumah amblas," ungkap Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Pranowo kepada wartawan, Selasa, (10/8).

Ia menerangkan bencana alam tersebut terjadi pada Senin malam pukul 22.00 WIB, selain warung dan rumah, Jalan Raya Kiarapandak - Kiarasari  juga mengalami tanah Longsor.

"Tebing di Jalan penghubung ke Desa Kiarasari dari Desa Kiara Pandak mengalami bencana alam tanah Longsor dengan diameter tinggi ± 20m dan lebar ± 6m, untungnya pada bencana alam ini tidak ada korban luka ataupun jiwa dan hanya ada kerugian materil, dimana jumlah kerugiannya masih dalam tahap perhitungan," terangnya.

Budi menambahkan, di Kecamatan Cigudeg, tepatnya  di Kampung Lebak Wangi dan Kampung Kadaung, Desa Rengasjajar. Cigudeg, Sejumlah rumah mengalami kebanjiran.

"Luapan aliran Kali Cidangder  berdampak banjir pada pemukiman warga dan pondok pesantren, hingga tinggi kedalaman air mencapai 1,5 meter. 25 kepala keluarga atau 95 jiwa mengungsi ke sebuah gedung majelis ta'lim yang dianggap lebih aman dari resiko terdampak bencana alam banjir," tambah Budi.

Ia melanjutkan di Kecamatan Parungpanjang, juga terjadi bencana alam banjir, dimana bantalan sebuah jembatan setinggi 25 meter dan lebat 2 meter, terbawa derasnya arus Kali Manceri.

"Bencana alam banjir di Kampung Dago Hilir dan Dagi Girang di Desa Dago, Parungpanjang tidak hanya membanjiri puluhan rumah warga, tetapi juga merusak sebuah jembatan yang menghubungkan dua kampung tersebut. Jebolnya bantalan jembatan, tanggu penahan tanah jalanan atau tanggul kali, akan ditangani selanjutnya oleh dinas terkait," lanjutnya. (Reza Zurifwan)


Editor : Bsafaat