INILAHKORAN, Bogor - Dimasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 Kota Bogor, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor sudah membuka 100 persen pelayanan di kantor.
Akan tetapi setiap pegawai dan pelanggan yang datang ke kantor Perumda Tirta Pakuan di Jalan Siliwangi, diwajibkan scan barcode aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki kantor pusat tersebut.
"Saat ini PPKM level 1 untuk pelayanan kami sudah buka 100 persen. Artinya payment point kamk di Tegalgundil, Bogor Lakeside, Kertamaya dan kasir kami di kantor pusat Perumda Tirta Pakuan sudah buka semuanya. Kasir BJB di kantor pusat yang merupakan partner kami untuk menerima pembayaran juga sudah buka 100 persen," ungkap Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rivelino Rizky pada Kamis (11/11/2021).
Rivelino melanjutkan, untuk layanan komplain pelanggan sudah dibuka dikantor pusat, tetapi agar lebih dimudahkan bisa lewat aplikasi simotip, karena semua form pengaduannya juga sudah ada diaplikasi tersebut. Nanti pengaduan melalui aplikasi juga akan ditindaklanjuti oleh teman-teman atau bisa juga pengaduan melalui call center.
"Untuk pengaduan langsung ke kantor kami, kami imbau masyarakat agar tetap menjaga Protokol Kesehatan (Prokes), serta jangan menimbulkan kerumunan," tuturnya.
Rivelino menjelaskan, untuk aplikasi PeduliLindungi mulai diterapkan di lingkungan Perumda Tirta Pakuan. Dan sejak beberapa waktu lalu, aplikasi tersebut sudah siap digunakan tak hanya untuk pegawai namun pelanggan yang datang ke kantor pusat. Saat ini, perangkatnya sudah siap, tinggal cetak banner saja. Hal ini wajib bagi seluruh pegawai maupun tamu yang akan memasuki kantor pusat.
"Untuk posisi scan barcode ditempel tepat pada pintu masuk Perumda Tirta Pakuan. Dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, mereka yang hendak masuk diwajibkan melakukan check in scan dimana sudah terkoneksi dengan aplikasi. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi dilakukan bukan sekedar untuk formalitas saja. Jadi, ketika yang akan datang ke kantor belum memiliki PeduliLindungi, maka tidak akan diperkenankan untuk masuk," jelasnya.
Selain itu, Rivelino juga mengatakan, dimasa PPKM level 1 Kota Bogor juga, setelah restoran, hotel, mall dan toko dibuka kembali dengan Prokes ketat, diharapkan ada recovery pendapatan Tirta Pakuan. Kalau lihat sabtu minggu sudah ramai tingkat hunian hotel, ya dengan begitu berharap pendapatan Tirta Pakuan bisa normal kembali secepatnya.
"Kami juga berharap perekonomian akan bangkit mulai tumbuh lagi, sektor pariwisata kembali berjalan, terbukti tingkat hunian hotel 100 persen, juga rapat-rapat sudah dilakukan di hotel ya diharapkan bisa meningkatkan pendapatkan seperti semula," pungkasnya.*** (rizki mauludi)