Antisipasi Lonjakan Covid-19 Pasca Mudik Idul Fitri, Ini Usulan Dedie A Rachim Untuk Pemerintah
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengusulkan ada ttitik vaksinasi booster saat arus mudik dan balik Idul Fitri untuk mencegah Covid-19
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan gagasan skema antisipasi lonjakan kasus positif Covid-19 setelah Idul Fitri 2022, karena adanya arus mudik dan arus balik, yaitu dengan menyediakan tempat vaksinasi booster di titik pemberangkatan pemudik maupun kedatangan warga dari luar Kota Bogor.
"Kebijakan Jabodetabek harus sama, kalau tidak sama tidak efektif. Saya melihat dari prediksi, akan terjadi lonjakan kasus kalau mudik ini tidak ada sistem atau satu proses yang baik. Saya berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan di titik-titik pemberangkatan dan kedatangan itu disiapkan satu tempat untuk booster," ungkap Dedie kepada inilahkoran, Minggu 10 April 2022.
Dedie A Rachim melanjutkan, pihaknya berkeinginan seperti itu, agar capaian booster lebih terdongkrak dan segera tercipta herd immunity.
Baca Juga: Warga Bojonggede Menunggu Skybridge, Bupati Siapkan SPH dan Pinjam Pakai Lahan untuk BPTJ
"Agar angka vaksin booster lebih tinggi, dibeberapa titik pemberangkatan dan kedatangan Kota Bogor akan disediakan," tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya memaparkan, hingga Jum'at (8/4/2022), Capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster di Kota Bogor telah mencapai 170.343 orang atau 20,7 persen dari sasaran 819.444 orang. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan percepatan vaksin booster minimal 50 persen menjelang lebaran.
"Berdasarkan data harian progres vaksinasi booster pada Jumat 8 April 2022 Kota Bogor telah mencapai 20,7 persen atau 170.343 orang telah menerima vaksin booster," ungkap Bima.
Bima memaparkan, vaksinasi booster di Kota Bogor baru mencapai 20 persen tetapi wilayahnya termasuk wilayah yang tercepat di Jawa Barat, berdasarkan tabulasi vaksin Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kota Bogor hanya selisih 5 persen dari Kota Bandung 25,3 persen.
Baca Juga: Ini Fokus Pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kota Bogor Tahap 2
"Jadi kami terus melakukan percepatan vaksin booster dengan berbagai upaya yang telah dilakukan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor dan elemen lainnya. Kami genjot di sentra vaksin di sejumlah titik rutin dam ada 32 sentra vaksin yang dibuka di Puskesmas, pusat perbelanjaan, atau di kantor instansi dan lembaga," jelasnya.
Selain itu, Bima juga memerintahkan aparatur wilayah menggenjot vaksinasi dengan sistem jemput bola dibantu TNI dan Polri.
"Kami juga bersama jajaran TNI dan Polri juga mengandalkan sistem jemput bola, baik di jalan maupun ke pemukiman penduduk. Semua sektor kami kebut dalam upaya percepatan vaksin booster," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


