Sebanyak 1.600 Personel Gabungan Siap Amankan Istana Bogor

PMII akan melakukan aksi unjuk rasa di Istana Bogor dan sebanyak 1600 personel gabungan TNI Polri pun disiagakan untuk mengamankan aksi

Sebanyak 1.600 Personel Gabungan Siap Amankan Istana Bogor
Sebanyak 1.600 personel gabungan dari TNI/Polri siap mengamankan Istana Bogor saat aksi mahasiswa.

   

INILAHKORAN, Bogor – Sebanyak 1.600 personel gabungan siap mengamankan Istana Bogor. Pengamanan dilakukan buntut adanya aksi unjuk rasa para elemen mahasiswa pada Senin 11 April 2022.  

Diketahui Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Bogor bersama elemen mahasiswa lainnya,  akan menggelar aksi demonstrasi di Istana Bogor, Senin sore atau sekitar pukul 15.00 WIB.  

Dari informasi yang dihimpun, ada sebanyak 1.600 personil gabungan TNI dan Polri untuk mengamankan aksi unjuk rasa para mahasiswa di Istana Bogor dan sekitarnya.

Baca Juga: 6000 Personil Gabungan Dikerahkan dalam Aksi Demo Mahasiswa 11 April 2022

Dengan rincian ada 1.100 personil Polri dan TNI sebanyak 500 personil. Mereka mengamankan tiga titik pintu menuju Istana Bogor, selain pintu satu, dua dan tiga, personil gabungan juga mengamankan sekitar lapangan Sempur mengarah ke pintu satu.

Sementara itu, dalam keterangan tertulis, Polda Jawa Barat menyatakan bahwa pihaknya akan mengamankan aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan oleh beberapa elemen masyarakat dengan baik dan humanis.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo mengatakan, bahwa Polda Jabar akan menyiapkan pengawalan dan pengamanan unras dari mulai awal sampai selesai. Sudah disikapi oleh pihak Kepolisian, dalam hal ini Polda Jabar untuk memastikan lokasi, benda-benda dan orang-orang yang terlibat kegiatan unras dapat berjalan dengan baik dan tertib tanpa ada gangguan yang berakibat kurang baik kepada masyarakat, sehingga aksi unras dapat berlangsung tertib.

Baca Juga: Demo Mahasiswa 11 April 2022 di Gedung DPR, Begini Skema Lalu Lintas yang Diterapkan Polda Metro

"Polri menegaskan, bahwa dalam mengamankan aksi unras, anggota Polisi tidak diperbolehkan membawa senjata api, ini sesuai dengan atensi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Suntana yang menginstruksikan kepada seluruh Jajaran untuk tidak ada anggota yang membawa senjata," ungkap Ibrahim yang disampaikan secara tertulis oleh Bagian Humas Polresta Bogor Kota pada Senin (11/4/2022).

Ibrahim memaparkan, walaupun dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada untuk mengamankan aksi unras telah terbagi ke beberapa tahapan zona tingkat keamanan, tetapi tembakan senjata tetap tidak diperbolehkan.

"Polda Jabar tetap akan mengedepankan pola pendekatan persuasif dalam kegiatan unjuk rasa serta menghindari tindakan represif. Ini dilakukan dengan memaksimalkan fungsi Intelejen dalam mengukur potensi gangguan, termasuk deteksi dini ancaman gangguan Kamtibmas," jelasnya.

Baca Juga: 4 Tuntutan yang Diserukan dalam Aksi Demo Mahasiswa 11 April 2022

Ibrahim menegaskan, pengamanan unras merupakan bagian dari tugas Kepolisian untuk melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

"Untuk itu diharapkan unjuk rasa dapat berjalan dengan kondusif," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran