DPRD Kabupaten Bogor Bakal Gelar Rapat Lanjutan Proyek Cibinong City A Beautiful
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto memastikan akan memanggil sejumlah stakeholder terkait hasil tinjauan ke proyek Tugu Pancakarsa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cibinong - Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto memastikan akan memanggil sejumlah stakeholder terkait hasil tinjauan ke proyek Tugu Pancakarsa dan jalan Sentul-Kandang Roda.
Dia menjelaskan, langkah berikutnya DPRD Kabupaten Bogor akan menggelar rapat dengar pendapat untuk mencari solusi terhadap beberapa temuan lapangan di Proyek Cibinong City A Beautiful.
Secara umum, dalam agenda rapat dengar pendapat itu DPRD Kabupaten Bogor akan mempertanyakan temuan lapangan. Termasuk, mencari solusi agar Proyek Cibinong City A Beautiful bisa tetap berjalan.
Baca Juga: Ngeri..Ini Dampak Bahaya Sodomi Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik
Beberapa soal yang menjadi temuan para wakil rakyat di salah satu Proyek Cibinong City A Beautifil tersebut yakni kabel instalasi jaringan yang masih berantakan di sepanjang jalur pedestrian. Selain itu, temuan lain berupa minimnya rambu lalu lintas, penerangan jalan, lebar jalan, konsep rekayasa arus lalulintas di bundaran tugu pancakarsa, bentuk kubah tugu pancakarsa dan penjagaan taman serta pedestrian.
DPRD Kabupaten Bogor juga menilai, masih banyak kekurangan yang berpotensi membahayakan pengendara dan pejalan kaki dan juga berkaitan estetika kota.
"Kami berharap besar kepada seluruh OPD Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program-program yang berkenaan langsung kepada masyarakat untuk dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, tujuannya agar kita dapat bersama-sama melayani masyarakat Kabupaten Bogor secara maksimal," jelas Rudy Susmanto.
Baca Juga: Jokowi Lantik Anggota KPU dan Bawaslu Periode 2022-2027
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim. Menurut politisi PKS tersebut, data yang disampaikan Kepala OPD terkait LKPJ 2021 serapan anggaran memang cukup baik. Tapi sayangnya, hal tersebut tidak diikuti dengan kualitas pembangunan.
"Penyerapan anggaran normatif cukup tinggi. Tetapi, DPRD tidak hanya berpatok sajian data saja, kita juga ingin lihat langsung antara desain perencanaan dan realisasinya di lapangan. Karena kita ingin kualitaa yang terbaik," ucap Agus Salim.
Dia menyayangkan pengerjaan proyek infrastruktur yang menelan anggaran cukup besar itu tidak dikerjakan secara maksimal. Padahal, anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai proyek tersebut terbilang cukup besar.
Baca Juga: Hukum Ramadhan, Menunda Sholat Witir Setelah Tahajud, Ustadz Adi Hidayat: Pahalanya Lebih Sedikit
"Anggarannya sepenuh hati, tapi pengerjaannya setengah hati. Seperti pembangunan Tugu Panca Karsa dan jalan alternatif Sentul-Kandang Roda yang disitu ada keterlibatan Dishub, PUPR, DKPP, kami lihat kurang maksimal," kata Agus.
Menurut dia, kurang matangnya perencanaan dan sinergitas antara Organisai Perangkat Daerah (OPD), membuat hasil pekerjaan proyek menyisakan banyak masalah dari sisi keamanan dan kenyamanan masyarakat yang akan menggunakan sarana dan fasilitas tersebut.
"Masih banyak kabel berserakan di sepanjang jalur pedestrian sangat menganggu keamanan dan kenyamanan. Akhirnya, Pedestrian yang sudah selesai dikerjakan belum bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik. Selain itu, penyempitan ruas jalan di jembatan membuat tingginya resiko kecelakaan," papar Agus Salim.
Baca Juga: Ngeri..Ini Dampak Bahaya Sodomi Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik
Hal senada juga disampaikan Wawan Hikal Kurdi. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu menilai ada masalah koordinasi antara OPD sebagai pengguna jasa dengan pihak konsultan dan kontraktor sebagai penyedia jasa.
Mestinya, kata Wawan, dalam pelaksanaan proyek pihak OPD berkoordinasi secara intens dengan konsultan perencana dan pengawas untuk mengevaluasi tahap demi tahap pembangunan.
"Jika hasil pembangunan memang tidak sesuai konsultan perencana, maka SKPD harus mengoptimalkan jaminan pemeliharaan dari pihak penyedia jasa," tandas Wanhai sapaan akrabnya. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


