Tak Kunjung Rampung, Komisi V DPR Akan Tinjau Proyek Pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi

Pembangunan bendungan SUkamahi dan Ciawi hingga kini belum rampung dan komisi V DPR pun akan melakukan peninjauan kembali

Tak Kunjung Rampung, Komisi V DPR Akan Tinjau Proyek Pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi
Bendungan Sukamahi dan Ciawi di Kabupaten Bogor hingga kini belum rampung dan DPR RI pun akan meninjau kembali proyek seniali Rp3 triliun tersebut.

INILAHKORAN, Megamendung - Komisi V DPR RI akan meninjau kembali megaproyek pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi (Cipayung), Kabupaten Bogor yang bernilai lebih dari Rp3 triliun.

Hal itu karena, proyek Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi yang sesuai kontrak awal harus selesai di Bulan Juni Tahun 2019 lalu diberikan kompensasi waktu hingga Bulan Juli Tahun 2020 tersebut tidak juga rampung dikerjakan.

Informasi yang dihimpun Inilah Koran, proyek pembangunan Bendungan Sukamahi dikerjakan oleh PT. Wijaya-Basuki KSO. Sedangkan proyek pembangunan Bendungan Ciawi (Cipayung) dikerjakan oleh PT.  Abipraya Sacna KSO.

Baca Juga: Ahli Waris Makam TPU Menolak Relokasi, Jadi Kendala Pembangunan Bendungan Sukamahi

Jika, Bendungan Sukamahi memiliki luas 49,82 hektare, maka Bendungan Ciawi (Cipayung) memiliki luas 90,19 hektare. Masing-masing bendungan tersebut bisa menampung air sebesar 1,68 juta kubik dan 6,4 juta.

Untuk Kecamatan Megamendung luas lahan untuk dua bendungan tersebut, di Desa Sukamahi sebesar 11,19 hektare, Desa Gadog 12,94 hektare, Desa Sukamaju 3,32 hektare, Desa Sukakarya 19,11 hektare, Desa Cipayung 31,74 hektare, Desa Gadog  25,05 hektare dan Desa Sukakarya 11,59 hektare.

Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Cisarua, hanya Desa Kopo yang lahannya digunakan untuk pembangunan Bendungan Ciawi (Cipayung) yaitu seluas 10,32 hektare.

Baca Juga: Ketua DPRD Dukung Moratorium Minimarket di Kota Bogor

"Komisi V DPR RI akan meninjau kembali proyek yang seharusnya dua tahun lalu rampung pekerjaannya usai liburan Hari Raya Idul Fitri, kami akan menanyakan ada kendala apa ? Sehingga PT. Wijaya-Basuki KSO dan PT.  Abipraya Sacna KSO terlambat atau molor pekerjaannya," ucap anggota Komisi V DPR RI Eddy Santana Putra kepada wartawan, Selasa,  26 April 2022.

Politisi Partai Gerindra ini berharap proyek pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi (Cipayung) bisa tuntas pekerjaannya seperti pembangunan Bendungan Bintang Bano, Bendungan Randu Gunting, Bendungan Tukul, Bendungan Pidekso dan lainnya.

"Kami harap proyek Bendungan Sukamahi dan Bendungan Cipayung segera tuntas, lalu diresmikan, hal itu karena bisa membantu mengendalikan banjir di DKI Jakarta dan juga agar tidak ada lagi ikan yang mati karena karena material tanah proyek bendungan tersebut yang terbawa air hingga air Sungai Ciliwung menjadi keruh," harapnya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Diserbu Netizen Buntut Polemik Bendungan di Wadas

Eddy menuturkan bahwa pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi (Cipayung) tidak cukup dalam upaya mengendalikan banjir di DKI Jakarta, perlu upaya lain yaitu pembangunan sumur resapan dan pengembalian fungsi daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

"Perlu pembangunan sumur resapan dan pengembalian fungsi DAS Ciliwung dari wilayah hulu hingga hilir, Pemprov DKI Jakarta harus membantu pemerintah pusat dan Pemkab Bogor, terutama dari sisi bantuan keuangan atau anggaran," tutur Eddy. (Reza Zurifwan).


Editor : inilahkoran