Bojan Hodak Ukir Sejarah Emas Bersama Persib: Samai Rekor Legendaris Abah Tohir dengan Back to Back Juara Liga dalam Format Berbeda

Keberhasilan Persib juara Liga 1 2025 menjadi babak baru dalam sejarah emas klub kebanggaan warga Jawa Barat. Di balik sukses itu, sosok pelatih Bojan Hodak kembali mencuri sorotan.

Bojan Hodak Ukir Sejarah Emas Bersama Persib: Samai Rekor Legendaris Abah Tohir dengan Back to Back Juara Liga dalam Format Berbeda
Bojan Hodak Ukir Sejarah Emas Bersama Persib: Samai Rekor Legendaris Abah Tohir dengan Back to Back Juara Liga dalam Format Berbeda

INILAHKORAN, Bandung – Keberhasilan Persib juara Liga 1 2025 menjadi babak baru dalam sejarah emas klub kebanggaan warga Jawa Barat. Di balik sukses itu, sosok pelatih Bojan Hodak kembali mencuri sorotan.

Seperti dikutip dari laman resmi klub, pelatih asal Kroasia ini mencetak tonggak sejarah pribadi dan klub dengan membawa Persib menjuarai liga untuk dua musim berturut-turut—prestasi yang sebelumnya hanya mampu dilakukan oleh pelatih legendaris, Indra M. Tohir atau yang akrab disapa "Abah Tohir".

Musim lalu, Hodak membuat gebrakan dengan menjadi pelatih asing pertama yang berhasil membawa Persib menjadi kampiun Liga 1 2023/24. Menggantikan Luis Milla di tengah jalan, ia menunjukkan kualitas taktik dan kepemimpinan luar biasa.

Kini, pada musim 2024/25, Hodak menyempurnakan prestasinya dengan memastikan gelar juara bahkan sebelum liga tuntas. Persib resmi menjadi kampiun saat liga masih menyisakan tiga pertandingan, tepatnya pada pekan ke-31.

Pencapaian ini pun menyandingkan Hodak dengan Abah Tohir yang pernah membawa Persib meraih gelar secara beruntun pada dua musim berbeda, yaitu Kompetisi Perserikatan 1993/94 dan Liga Indonesia 1994/95.

Kala itu, Persib mengalahkan PSM Makassar 2-0 di final Perserikatan 1994 berkat gol Yudi Guntara dan Sutiono Lamso.

Setahun kemudian, di era liga gabungan pertama, Abah Tohir kembali mempersembahkan gelar dengan mengalahkan Petrokimia Putra 1-0 lewat gol Sutiono Lamso pada menit ke-76.

Kini, tiga dekade berselang, Hodak mengukir kisah yang mirip meski dalam format kompetisi yang berbeda. Jika di musim 2023/24 Persib menang lewat sistem final dua leg, maka pada musim 2024/25, gelar diraih lewat sistem kompetisi penuh.

Kepastian juara musim ini datang setelah Persib unggul jauh dari pesaing terdekatnya, tak terkejar di sisa tiga pertandingan.

Kemenangan di final Liga 1 2023/24 menjadi momen penting dalam perjalanan Hodak bersama Persib. Pada leg pertama, yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, 26 Mei 2024, Persib mengalahkan Madura United dengan skor telak 3-0.

Ciro Alves membuka keunggulan pada menit ke-70, disusul brace dari David da Silva di masa injury time (90+4 dan 90+12). Hodak memainkan skuad terbaiknya, termasuk Kevin Mendoza di bawah mistar serta lini belakang solid yang dikawal Nick Kuipers dan Alberto Rodriguez.

Di leg kedua yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, 31 Mei 2024, Persib kembali tampil dominan dan menang 3-1. Gol-gol disumbangkan David da Silva (60'), Marc Klok (86'), dan Beckham Putra Nugraha (90+2').

Dengan agregat 6-1, Persib resmi mengangkat trofi, mempertegas dominasi mereka di kancah sepak bola nasional.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan