Bosan dengan Kemacetan, Alasan Warga Sambut Baik Pembangunan BRT Bandung Raya

Warga Kabupaten Bandung menyambut antusias rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Alasan mereka adalah bosan dengan kemacetan di Bandung

Bosan dengan Kemacetan, Alasan Warga Sambut Baik Pembangunan BRT Bandung Raya
Warga Kabupaten Bandung menyambut antusias rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya./istimewa

INILAHKORAN.ID-  warga Kabupaten Bandung menyambut antusias rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Kehadiran moda transportasi massal ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas sekaligus memberikan akses transportasi yang murah, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Selain menjadi solusi kemacetan, BRT Bandung Raya juga diharapkan mampu menghubungkan berbagai wilayah strategis di kawasan Bandung Raya, termasuk wilayah Kabupaten Bandung yang selama ini menjadi daerah penyangga dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

Sejumlah koridor BRT direncanakan melintasi maupun berakhir di wilayah Kabupaten Bandung. Di antaranya koridor Majalaya–Baleendah–Leuwipanjang, Banjaran–Baleendah–BEC, Soreang–Terminal Tegallega, serta Tegalluar–Stasiun Hall. Dari total tujuh koridor yang direncanakan, lima di antaranya berakhir di Kabupaten Bandung dan dua lainnya melintas wilayah Kabupaten Bandung.

Saat ini, empat dari tujuh koridor tersebut sudah beroperasi. Tiga koridor merupakan layanan Trans Metro Pasundan (TMP), yakni rute Leuwipanjang–Soreang, Baleendah–BEC, dan Leuwipanjang–Baleendah. Sementara satu koridor lainnya, Dipatiukur–Jatinangor, melintasi wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Warga pun berharap ke depan seluruh koridor BRT Bandung Raya dapat segera terealisasi secara penuh. Nia Hildayani (35), warga Kecamatan Banjaran, menilai kehadiran BRT sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kalau BRT ini benar-benar berjalan maksimal, tentu sangat membantu. Ongkos lebih terjangkau, nyaman, dan kami tidak harus selalu bergantung pada kendaraan pribadi,” kata Nia  Rabu 28 Januari 2026. 

Hal senada disampaikan Asep Sobarna (47), warga Kecamatan Majalaya. Ia berharap BRT Bandung Raya bisa menjadi solusi kemacetan yang selama ini terjadi di jalur Majalaya–Baleendah.

“Setiap hari macet, apalagi jam berangkat dan pulang kerja. Dengan adanya BRT, mudah-mudahan warga mau beralih ke transportasi umum,” kata Asep.

Pemerintah Kabupaten Bandung sendiri mendukung pengembangan BRT Bandung Raya sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan transportasi publik dan mendorong peralihan masyarakat ke moda transportasi massal yang lebih ramah lingkungan.***


Editor : JakaPermana