BPBD Jabar Ingatkan Masyarakat Waspada di Libur Nataru

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Anne Hermadianne Adnan mengingatkan masyarakat, agar tetap waspada di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

BPBD Jabar Ingatkan Masyarakat Waspada di Libur Nataru
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Anne Hermadianne Adnan mengingatkan masyarakat, agar tetap waspada di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

INILAHKORAN, Bandung - Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Anne Hermadianne Adnan mengingatkan masyarakat, agar tetap waspada di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Ini dikatakan Anne, pada acara Bewara Jawa Barat (BEJA) Volume 14, bertema Kesiapan Menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, di Plataran Setda A, Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 20 Desember 2024.

Sebab kata Anne, dari hasil pemetaan tidak sedikit daerah wisata yang rawan bencana. Antaranya Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Majalengka dan Kuningan.

Dimana diprediksi di kawasan tersebut akan terjadi curah hujan tinggi, sepanjang akhir Desember 2024.

"Selebihnya, seperti Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Garut, kemudian Tasikmalaya, Pangandaran, Ciamis, ini hujannya tinggi. Sebagian Sumedang. Nah, ini potensi-potensi ini banyak sekali. Belum saya hitung berapa titiknya. Hanya ini berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi," ujar Anne.

Mengenai ancaman banjir lanjut dia, potensi ancaman merata di di Jawa Barat. Mulai dari Bekasi, Karawang, Subang, Majalengka, Cirebon, Indramayu. Lalu Bandung Raya dan kawasan Jabar Selatan seperti Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran.

"Kemudian yang untuk longsor, ini yang untuk di jalan tol, ada KBB, Bandung, Purwakarta, Sumedang dan Majalengka. Jalan tengah ini Sumedang, Majalengka. Jalur selatan ini ada Bogor, Cianjur, Bandung Barat, Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Kota Bandung," ucapnya.

Sebab itu, dia meminta kepada masyarakat untuk membekali diri dengan pengetahuan kebencanaan, sehingga dapat mengenali potensi ancaman bencana.

"Silakan diakses aplikasi InaRISK Personal yang dibuat BNPB. Itu sudah di overlay dengan kajian risiko. Lengkapi dengan info BMKG yang akan menerbitkan peringatan dini setiap tiga jam, sampai level kecamatan," pintanya.

Sebab menurutnya, dengan semakin banyaknya informasi yang dikumpulkan sebelum berwisata, dapat membuat masyarakat lebih aman dan nyaman menuju tempat tujuan.***


Editor : JakaPermana