BPBD Kota Bandung Fokus Rescue Dasar, Peralatan Besar Masih Jadi Kendala
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung tengah menghadapi tantangan besar, dalam memperkuat kapasitas tanggap bencana akibat keterbatasan peralatan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung tengah menghadapi tantangan besar, dalam memperkuat kapasitas tanggap bencana akibat keterbatasan peralatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, meski beberapa alat rescue dasar telah dianggarkan. Peralatan besar operasi penanganan bencana masih belum tersedia.
“Kami berencana membeli peralatan rescue dasar. Beberapa alat sudah teranggarkan, tapi alat‑alat besar masih belum kami miliki,” kata Didi Ruswandi, Sabtu 17 Januari 2026.
Keterbatasan tersebut, menjadi perhatian serius karena Kota Bandung berada di wilayah rawan bencana termasuk potensi gempa akibat pergerakan Sesar Lembang.
Ia menekankan, keberadaan peralatan besar sangat penting untuk operasi penyelamatan yang lebih kompleks seperti evakuasi korban terdampak rumah roboh atau longsor.
“Harapannya, BNPB bisa membantu dan Kota Bandung mendapatkan jatah peralatan tambahan,” ucapnya.
Menurut Didi, dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi krusial mengingat keterbatasan anggaran daerah dan besarnya kebutuhan peralatan berat yang tidak bisa dipenuhi sepenuhnya oleh APBD.
Hingga kini, BPBD Kota Bandung terus fokus pada program edukasi mitigasi bencana dan pemetaan wilayah rawan. Namun, keterbatasan peralatan tetap menjadi hambatan dalam meningkatkan efektivitas tanggap darurat saat bencana terjadi.
"Kami berharap, sinergi dengan BNPB dapat mempercepat pengadaan alat-alat berat dan modern. Sehingga tim tanggap darurat Kota Bandung, mampu merespons bencana secara lebih cepat dan optimal," ujar dia.
Editor : Ahmad Sayuti

