BPBD Mencatat, Sepanjang 2024 Ada 852 Kejadian Bencana di Kota Bogor

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh menuturkan, dari 10 kategori tersebut, tercatat 303 kejadian longsor, 201 kejadian pohon tumbang dan 188 kejadian bangunan roboh.

BPBD Mencatat, Sepanjang 2024 Ada 852 Kejadian Bencana di Kota Bogor

INILAHKORAN, Bogor - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat terdapat 852 kejadian bencana sepanjang Tahun 2024. Jumlah tersebut terbagi menjadi 10 kategori yaitu diantaranya bencana longsor, pohon tumbang, bangunan roboh, angin kencang, kebakaran, banjir, evakuasi hewan, SAR, kekeringan dan kejadian lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD kota Bogor, Hidayatulloh menuturkan, dari 10 kategori tersebut, tercatat 303 kejadian longsor, 201 kejadian pohon tumbang dan 188 kejadian bangunan roboh.

"Kemudian terdapat pula 66 kejadian angin kencang, 44 kejadian kebakaran, 35 kejadian banjir, 9 evakuasi hewan, 5 SAR, 4 kejadian kekeringan dan 1 kejadian lainnya," tutur Hidayatulloh kepada wartawan pada Selasa 31 Desember 2024.

"Kejadian bencana ini mengakibatkan 10 orang meninggal dunia, 17 orang luka berat dan 41 orang luka ringan. Kami juga mencatat, ada 1.438 keluarga atau 4.827 jiwa terdampak," tambah Hidayat.

Hidayatulloh menjelaskan, tidak hanya memakan korban, bencana juga merusak ratusan rumah warga di 6 kecamatan Wilayah Kota Bogor. Sebanyak 220 di antaranya rusak ringan, 190 unit rusak sedang, 124 unit rusak berat dan 327 rumah terendam banjir.

"Rentetan bencana ini berdampak pada rusaknya 10 unit sekolah, 121 unit fasilitas umum, 16 jembatan, 20 mobil, 12 unit motor, 5 sarana ibadah, 3 sarana kesehatan dan 3 unit perkantoran," jelasnya.

"Kecamatan Bogor Barat menjadi wilayah yang terbanyak terjadi bencana. Total ada 191 kejadian. Terbanyak kedua yakni Kecamatan Bogor Selatan dan Tanah Sareal dengan masing-masing 173 kejadian. Kemudian posisi ketiga Kecamatan Bogor Utara dengan 164 kejadian, di Kecamatan Bogor Tengah ada 83 kejadian serta 68 kejadian di Kecamatan Bogor Timur," terang Hidayatulloh.

Ia menerangkan, secara akumulatif bencana di tahun 2024 tidak lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya. 

"Untuk tahun 2023 BPBD mencatat terdapat 1.011 kejadian bencana. Jumlah tahun 2024 852 kejadian bencana," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti